Ilmuwan Warning Perubahan Iklim Bisa Rusak Hutan Amazon dan Es Greenland dalam 15 Tahun
Selasa, 04 Juli 2023 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
Berbeda dengan hubungan yang sudah pasti antara pembakaran bahan bakar fosil dan perubahan iklim, studi tentang titik kritis adalah ilmu yang masih muda dan kontroversial. Untuk memahami bagaimana kenaikan suhu dan tekanan lingkungan lainnya dapat menyebabkan kerusakan ekosistem yang kompleks, para ilmuwan menggunakan model komputer untuk menyederhanakan.
Baca juga; Hutan Amazon Bertambah Rusak, Kehidupan Manusia kian Terancam
Teknik ini memungkinkan ilmuwan memprediksi nasib ekosistem tersebut dan kapan titik kritisnya mulai terjadi. Tetapi jika simulasi ini melewatkan elemen atau interaksi penting, ramalannya dapat meleset selama beberapa dekade.
Misalnya, Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (badan terpenting PBB untuk mengevaluasi ilmu iklim) mengatakan dalam laporan terbarunya bahwa hutan hujan Amazon dapat mencapai titik kritis yang akan mengubahnya menjadi sabana pada tahun 2100. Namun, para peneliti di balik studi baru mengatakan prediksi ini terlalu optimistis.
“Temuan utama kami dari empat model ekologis adalah bahwa ekosistem dapat runtuh 30-80% lebih awal tergantung pada sifat tekanan tambahan. Jadi, jika titik kritis sebelumnya diramalkan terjadi tahun 2100 (yaitu 77 tahun dari sekarang), kami prediksi ini bisa terjadi 23 hingga 62 tahun lebih awal,” kata John Dearing, profesor geografi fisik di Universitas Southampton di Inggris.
Baca juga; Hutan Amazon Bertambah Rusak, Kehidupan Manusia kian Terancam
Teknik ini memungkinkan ilmuwan memprediksi nasib ekosistem tersebut dan kapan titik kritisnya mulai terjadi. Tetapi jika simulasi ini melewatkan elemen atau interaksi penting, ramalannya dapat meleset selama beberapa dekade.
Misalnya, Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (badan terpenting PBB untuk mengevaluasi ilmu iklim) mengatakan dalam laporan terbarunya bahwa hutan hujan Amazon dapat mencapai titik kritis yang akan mengubahnya menjadi sabana pada tahun 2100. Namun, para peneliti di balik studi baru mengatakan prediksi ini terlalu optimistis.
“Temuan utama kami dari empat model ekologis adalah bahwa ekosistem dapat runtuh 30-80% lebih awal tergantung pada sifat tekanan tambahan. Jadi, jika titik kritis sebelumnya diramalkan terjadi tahun 2100 (yaitu 77 tahun dari sekarang), kami prediksi ini bisa terjadi 23 hingga 62 tahun lebih awal,” kata John Dearing, profesor geografi fisik di Universitas Southampton di Inggris.
(wib)
Lihat Juga :