Teknologi LIDAR Ungkap Detail Fosil dan Artefak di Kota Dewa Monyet
Minggu, 02 Juli 2023 - 12:23 WIB
loading...
A
A
A
Tim arkeologi ini percaya bahwa penemuan terbaru ini adalah salah satu kota di tengah hutan hujan tropis, dan merupakan asal legenda “White City” di Mosquitia Honduras.
Masa makmur dibangunnya kota bangunan itu diperkirakan antara tahun 1000 – 1400 M. Sementara faktor yang menyebabkan kehancuran mereka masih belun diketahui saat ini.
“Kita hanya bisa mengetahui dari penelitian awal temuan ini, kemudian membandingkannya dengan peradaban yang dekat dengan periode mereka yang sama,” jelas tim arkeolog.
Salah satu objek yang paling berkesan dalam temuan tersebut adalah sesosok “jaguar berbentuk manusia,” dan benda-benda yang ada di sana tidak ada satu pun yang pernah disentuh, tapi ada yang mengambil gambarnya, meskipun sebagian besar belum dipublikasikan ke publik.
Penemuan ini termasuk 52 artefak yang setengah tertimbun, sekilas tampak seperti benda-benda ritual pengorbanan di depan altar.
Salah satu di antaranya adalah sesosok kepala yang menyerupai wujud jaguar, dan masih banyak artefak yang diyakini terkubur lebih dalam di bawah tanah.
Konon tempat ini digunakan oleh orang-orang terdahulu untuk menyembah atau memuja kera yang mereka anggap sebagai Dewa Kera.
Masa makmur dibangunnya kota bangunan itu diperkirakan antara tahun 1000 – 1400 M. Sementara faktor yang menyebabkan kehancuran mereka masih belun diketahui saat ini.
“Kita hanya bisa mengetahui dari penelitian awal temuan ini, kemudian membandingkannya dengan peradaban yang dekat dengan periode mereka yang sama,” jelas tim arkeolog.
Salah satu objek yang paling berkesan dalam temuan tersebut adalah sesosok “jaguar berbentuk manusia,” dan benda-benda yang ada di sana tidak ada satu pun yang pernah disentuh, tapi ada yang mengambil gambarnya, meskipun sebagian besar belum dipublikasikan ke publik.
Penemuan ini termasuk 52 artefak yang setengah tertimbun, sekilas tampak seperti benda-benda ritual pengorbanan di depan altar.
Salah satu di antaranya adalah sesosok kepala yang menyerupai wujud jaguar, dan masih banyak artefak yang diyakini terkubur lebih dalam di bawah tanah.
Konon tempat ini digunakan oleh orang-orang terdahulu untuk menyembah atau memuja kera yang mereka anggap sebagai Dewa Kera.
Lihat Juga :