Ilmuwan Temukan 2 Ruang Magma Raksasa di Bawah Gunung Supervolcano Yellowstone
Kamis, 29 Juni 2023 - 12:21 WIB
loading...
Gunung Supervolcano Yellowstone yang berada di Wyoming, Amerika Serikat (AS) ternyata memiliki 2 ruang magma raksasa di bawahnya. Foto/Road Scholar/Live Science
A
A
A
WYOMING - Gunung Supervolcano Yellowstone yang berada di Wyoming, Amerika Serikat (AS) ternyata memiliki 2 ruang magma raksasa di bawahnya. Fakta ini mengungkap seberapa besar kandungan magma dan potensi letusan yang bisa ditimbulkan.
Para ilmuwan telah mengetahui konsistensi magma di bawah kaldera Supervolcano Yellowstone menggunakan gelombang seismik. Mereka juga mengetahui reservoir yang penuh dengan "bubur magma" diperkirakan tidak menimbulkan ancaman letusan yang akan segera terjadi.
“Meskipun kami menemukan porsi cairan yang jauh lebih tinggi daripada yang ditemukan sebelumnya, itu masih hanya sampai 28%. Jadi, sepengetahuan kami, Yellowstone tidak akan mengalami letusan dalam waktu dekat,” kata Sin-Mei Wu, ahli geofisika dan peneliti pascadoktoral Layanan Seismologi Swiss di Institut Teknologi Federal (ETH) di Zurich kepada Live Science, Kamis (29/6/2023).
Baca juga; Teliti Jeroan Bumi, Ilmuwan Temukan Gunung Setinggi Everest
Dari penelitian ini diketahui reservoir magma di bawah gunung berapi Yellowstone terdiri dari dua ruang. Reservoir dangkal di dekat permukaan dengan panjang sekitar 90 kilometer dan lebar 40 km, sedangkan ruang yang lebih dalam yang berukuran sekitar 4,5 kali lebih besar.
Untuk reservoir yang lebih dalam mengandung sekitar 2% pencairan batuan magma, dan ruang bagian atas mengandung jauh lebih banyak lagi. Sebuah studi yang diterbitkan di Science pada Desember 2022 menempatkan proporsi pencairan magma pada reservoir bagian atas antara 16% dan 20%.
![Ilmuwan Temukan 2 Ruang Magma Raksasa di Bawah Gunung Supervolcano Yellowstone]()
Tim menggunakan data gelombang seismik untuk menilai tekstur dan komposisi reservoir magma bagian atas, yang kedalamannya sekitar 5 km di bawah supervolcano Yellowstone. Hasil penelitian yang diterbitkan 8 Juni di jurnal Earth and Planetary Science Letters, menunjukkan ruang atas terdiri dari 28% lelehan.
Para ilmuwan telah mengetahui konsistensi magma di bawah kaldera Supervolcano Yellowstone menggunakan gelombang seismik. Mereka juga mengetahui reservoir yang penuh dengan "bubur magma" diperkirakan tidak menimbulkan ancaman letusan yang akan segera terjadi.
“Meskipun kami menemukan porsi cairan yang jauh lebih tinggi daripada yang ditemukan sebelumnya, itu masih hanya sampai 28%. Jadi, sepengetahuan kami, Yellowstone tidak akan mengalami letusan dalam waktu dekat,” kata Sin-Mei Wu, ahli geofisika dan peneliti pascadoktoral Layanan Seismologi Swiss di Institut Teknologi Federal (ETH) di Zurich kepada Live Science, Kamis (29/6/2023).
Baca juga; Teliti Jeroan Bumi, Ilmuwan Temukan Gunung Setinggi Everest
Dari penelitian ini diketahui reservoir magma di bawah gunung berapi Yellowstone terdiri dari dua ruang. Reservoir dangkal di dekat permukaan dengan panjang sekitar 90 kilometer dan lebar 40 km, sedangkan ruang yang lebih dalam yang berukuran sekitar 4,5 kali lebih besar.
Untuk reservoir yang lebih dalam mengandung sekitar 2% pencairan batuan magma, dan ruang bagian atas mengandung jauh lebih banyak lagi. Sebuah studi yang diterbitkan di Science pada Desember 2022 menempatkan proporsi pencairan magma pada reservoir bagian atas antara 16% dan 20%.

Tim menggunakan data gelombang seismik untuk menilai tekstur dan komposisi reservoir magma bagian atas, yang kedalamannya sekitar 5 km di bawah supervolcano Yellowstone. Hasil penelitian yang diterbitkan 8 Juni di jurnal Earth and Planetary Science Letters, menunjukkan ruang atas terdiri dari 28% lelehan.
Lihat Juga :