93,8 Persen Pekerja di Jepang Khawatir AI Lakukan Pelanggaran Hak Cipta
Jum'at, 23 Juni 2023 - 15:39 WIB
loading...
Ilustrasi AI. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Banyak pekerja di Jepang, prihatin dengan penyebaran kecerdasan buatan generatif dan potensi yang dapat dilakukannya dalam melakukan pelanggaran hak cipta.
Dalam survei online yang dilakukan, pada bulan Mei dengan hampir 27.000 responden, termasuk ilustrator, fotografer dan penulis, menunjukkan bahwa 93,8% dari mereka khawatir tentang pelanggaran hak cipta.
Sementara sebanyak 58,5% lainnya mengatakan mereka khawatir kehilangan pekerjaan akibat kecerdasan buatan.
Baca juga: Robot AI Bertanya ke Putin: Apakah Robot AI Bisa Jadi Presiden?
"Beberapa melaporkan, kontrak mereka telah diakhiri. Yang lainnya mengatakan, mereka diputus kontrak karena AI dapat menghasilkan gambar secara instan," kata responden di survei itu, dikutip Japan Times, Jumat (23/6/2023).
Responden lain mengatakan, pekerjaan mereka diambil tanpa izin oleh AI. "Tolong jangan curi pekerjaanku," katanya.
Dalam survei online yang dilakukan, pada bulan Mei dengan hampir 27.000 responden, termasuk ilustrator, fotografer dan penulis, menunjukkan bahwa 93,8% dari mereka khawatir tentang pelanggaran hak cipta.
Sementara sebanyak 58,5% lainnya mengatakan mereka khawatir kehilangan pekerjaan akibat kecerdasan buatan.
Baca juga: Robot AI Bertanya ke Putin: Apakah Robot AI Bisa Jadi Presiden?
"Beberapa melaporkan, kontrak mereka telah diakhiri. Yang lainnya mengatakan, mereka diputus kontrak karena AI dapat menghasilkan gambar secara instan," kata responden di survei itu, dikutip Japan Times, Jumat (23/6/2023).
Responden lain mengatakan, pekerjaan mereka diambil tanpa izin oleh AI. "Tolong jangan curi pekerjaanku," katanya.
Lihat Juga :