Gletser Himalaya Mencair 65% Lebih Cepat
Selasa, 20 Juni 2023 - 16:44 WIB
loading...
Gletser Himalaya menghilang 65% lebih cepat dari 2011 hingga 2020 dibandingkan dengan sepuluh tahun sebelumnya. Foto/Science Alert
A
A
A
KATHMANDU - Gletser Himalaya menghilang 65% lebih cepat dari 2011 hingga 2020 dibandingkan dengan sepuluh tahun sebelumnya. Gletser Himalaya yang menyediakan air bagi hampir dua miliar orang mencair lebih cepat akibat perubahan iklim.
International Center for Integrated Mountain Development (ICIMOD) menyebutkan bahwa gletser di wilayah Hindu Kush Himalaya (HKH) adalah sumber air penting bagi sekitar 240 juta orang di daerah pegunungan. Termasuk bagi 1,65 miliar orang lainnya di lembah sungai di bawahnya.
Gletser memberi suplai air kepada 10 sistem sungai paling penting di dunia, termasuk sungai Gangga, Indus, Kuning, Mekong, dan Irrawaddy. Jadi secara langsung atau tidak langsung gletser Himalaya memasok energi dan udara bersih bagi miliaran orang.
Baca juga; Gletser Himalaya Pecah Sebabkan Banjir Bandang India, 150 Dikhawatirkan Tewas
ICIMOD yang berbasis di Nepal menyebutkan berdasarkan lintasan emisi saat ini, gletser dapat kehilangan hingga 80 persen volumenya pada akhir abad ini. "Saat semakin hangat, es akan mencair, seperti yang diperkirakan, tapi ini berjalan lebih cepat dari yang kita duga,” Philippus Wester dari ICIMOD dikutip SINDOnews dari laman Science Alert, Selasa (20/6/2023).
International Center for Integrated Mountain Development (ICIMOD) menyebutkan bahwa gletser di wilayah Hindu Kush Himalaya (HKH) adalah sumber air penting bagi sekitar 240 juta orang di daerah pegunungan. Termasuk bagi 1,65 miliar orang lainnya di lembah sungai di bawahnya.
Gletser memberi suplai air kepada 10 sistem sungai paling penting di dunia, termasuk sungai Gangga, Indus, Kuning, Mekong, dan Irrawaddy. Jadi secara langsung atau tidak langsung gletser Himalaya memasok energi dan udara bersih bagi miliaran orang.
Baca juga; Gletser Himalaya Pecah Sebabkan Banjir Bandang India, 150 Dikhawatirkan Tewas
ICIMOD yang berbasis di Nepal menyebutkan berdasarkan lintasan emisi saat ini, gletser dapat kehilangan hingga 80 persen volumenya pada akhir abad ini. "Saat semakin hangat, es akan mencair, seperti yang diperkirakan, tapi ini berjalan lebih cepat dari yang kita duga,” Philippus Wester dari ICIMOD dikutip SINDOnews dari laman Science Alert, Selasa (20/6/2023).
Lihat Juga :