Ilmuwan Temukan Sinyal Misterius di Otak Manusia
Senin, 19 Juni 2023 - 22:16 WIB
loading...
A
A
A
Sinyal ini muncul saat mereka beristirahat dan mengerjakan tugas. Spiral misterius ini berupa pola gelombang otak yang rumit dengan berbagai ukuran yang berputar di sekitar titik pusat pada setiap orang.
Fungsi yang tepat dari spiral ini masih misteri, tetapi setelah menganalisis pola turbulen, para ilmuwan berpikir bahwa vortisitas dapat bertindak sebagai jembatan komunikasi di otak. Sinyal ini menghubungkan daerah yang berbeda ke dalam jaringan dan melintasi korteks.
Dengan menugaskan peserta yang dipindai untuk menyelesaikan matematika atau mendengarkan cerita, para peneliti mengamati spiral beralih arah dari searah jarum jam ke berlawanan arah jarum jam di berbagai daerah di otak. Ini menjadi sebuah petunjuk bahwa vortisitas mungkin mengoordinasikan aktivitas otak melalui perubahan rotasi dinamis.
Baca juga; Ilmuwan AS Sebut Ukuran Otak Manusia Menyusut, Pertanda Apa?
“Salah satu karakteristik utama dari spiral otak ini adalah bahwa mereka sering muncul pada batas yang memisahkan jaringan fungsional yang berbeda di otak,” ujar Yiben Xu, kandidat doktor fisika di University of Sydney.
Fungsi yang tepat dari spiral ini masih misteri, tetapi setelah menganalisis pola turbulen, para ilmuwan berpikir bahwa vortisitas dapat bertindak sebagai jembatan komunikasi di otak. Sinyal ini menghubungkan daerah yang berbeda ke dalam jaringan dan melintasi korteks.
Dengan menugaskan peserta yang dipindai untuk menyelesaikan matematika atau mendengarkan cerita, para peneliti mengamati spiral beralih arah dari searah jarum jam ke berlawanan arah jarum jam di berbagai daerah di otak. Ini menjadi sebuah petunjuk bahwa vortisitas mungkin mengoordinasikan aktivitas otak melalui perubahan rotasi dinamis.
Baca juga; Ilmuwan AS Sebut Ukuran Otak Manusia Menyusut, Pertanda Apa?
“Salah satu karakteristik utama dari spiral otak ini adalah bahwa mereka sering muncul pada batas yang memisahkan jaringan fungsional yang berbeda di otak,” ujar Yiben Xu, kandidat doktor fisika di University of Sydney.
(wib)
Lihat Juga :