Aquamation, Proses Kremasi Tanpa Api Mulai Dikenalkan di Amerika dan Skotlandia

Minggu, 18 Juni 2023 - 12:24 WIB
loading...
Aquamation, Proses Kremasi...
Proses aquamation hewan peliharaan. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Sejumlah perusahaan di Amerika Serikat (AS) dan Skotlandia, menawarkan proses Aquamation untuk hewan peliharaan yang sudah mati. Mereka juga menawarkan hal serupa untuk jenazah manusia.

Aquamation secara singkat adalah proses kremasi sepenuhnya dengan air. Prosesnya dikenal juga sebagai hidrolisis alkali, di mana proses ini melibatkan penguraian mayat dengan cepat dalam aliran air dan bahan kimia alkali.

"Setelah proses penguraian itu, maka yang tersisa dari tubuh hewan dan manusia hanya cairan dan tulang," ungkap laman The Daily Mail, dikutip Minggu (18/6/2023).

Baca juga: Krematorium Cilincing Siap Lawan Kartel Kremasi

Cairan yang dikenal sebagai 'efluen', dapat mengalir dengan air limbah dan tulang lainnya dan ditumbuk hingga menjadi abu dan dibawa pulang bagi pemilik hewan dan keluarga yang sedang berduka.

Di AS, itu dilakukan tidak hanya untuk hewan peliharaan, tetapi juga untuk tubuh manusia. Langkah ini segera diikuti Skotlandia, salah satu negara pertama di Inggris yang melakukan metode yang sama.

Baca juga: Ceko dan Slowakia Kewalahan Kremasi Mayat-mayat Korban COVID-19

Aquamation (juga dikenal sebagai hidrolisis alkali) adalah proses penguraian menggunakan air, bahan kimia alkali, panas dan kadang-kadang tekanan, untuk mempercepat dekomposisi alami pada tubuh hewan.

Prosesnya, yang memakan waktu sekitar 20 jam, meninggalkan fragmen tulang dan cairan netral yang disebut limbah yang dapat dikeluarkan dengan semua air limbah lainnya.

Setelah proses, tidak ada jaringan atau DNA yang tersisa. Dekomposisi yang terjadi dalam akuamasi adalah sama dengan yang terjadi selama penguburan, hanya dipercepat secara dramatis oleh bahan kimia.
(san)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Rekomendasi
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Berita Terkini
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved