Ini Jawaban Kenapa Hidung Patung- patung Firaun di Piramida Giza Hilang
Kamis, 08 Juni 2023 - 08:55 WIB
loading...
A
A
A
Pada tulisan-tulisan abad pertengahan, nama balhib dan bilhaw yang menunjuk pada Sphinx dipergunakan, termasuk oleh sejarawan Mesir Maqrizi, yang menyarankan penyusunan bahasa Koptik, tetapi istilah Arab-Mesir Abul-Hôl, yang diartikan sebagai “Bapak Teror,” lebih banyak digunakan.walaupun diartikan “Bapak Teror”.
Menurut beberapa peneliti, terdapat beberapa usaha oleh peneliti Kebuyadaan Mesir awal untuk menolak dan menyembunyikan bahwa Mesir Kuno merupakan sebuah budaya yang berasal dari Afrika.Menurut Vivant Deon, seorang seniman, penulis dan arkeologis Perancis yang menggambar Sphinx di Giza pada tauh 1798, gambaran wajah dari monument terkenal tersebut terlihat seperti berasal dari Afrika.
“Walaupun ukurannya raksasa, guratannya begitu murni dan agung; ekspresi dari bagian kepala begitu lembut, menawan, dan tenang; karakternya begitu Afrika, namun bagian mulut dan bibir yang tebal memiliki pengerjaan yang lembut dan indah yang sangat menawan, patung tersebut terlihat hidup dan nyata. Ilmu seni di masa tersebut harus berada pada tingkat yang tinggi ketika patung tersebut dibuat. “
Namun, teori ini gagal untuk menjelaskan mengapa begitu banyak patung Yunani dan Romawi Kuno yang juga keilangan hidung dan anggota tubuh lainnya.
Hidung-hidung pada sebagian besar patung ukiran dari masa Yunani dan Romawi Kuno saat ini juga berada pada kondisi yang tidak lengkap.
Beberapa diantaranya memang rusak karena kondisi yang tidak disengaja, namun terdapat bukti yang kuat bahwa terdapat jumlah besar diantaranya yang sengaja dirusak.
Menurut beberapa peneliti, terdapat beberapa usaha oleh peneliti Kebuyadaan Mesir awal untuk menolak dan menyembunyikan bahwa Mesir Kuno merupakan sebuah budaya yang berasal dari Afrika.Menurut Vivant Deon, seorang seniman, penulis dan arkeologis Perancis yang menggambar Sphinx di Giza pada tauh 1798, gambaran wajah dari monument terkenal tersebut terlihat seperti berasal dari Afrika.
“Walaupun ukurannya raksasa, guratannya begitu murni dan agung; ekspresi dari bagian kepala begitu lembut, menawan, dan tenang; karakternya begitu Afrika, namun bagian mulut dan bibir yang tebal memiliki pengerjaan yang lembut dan indah yang sangat menawan, patung tersebut terlihat hidup dan nyata. Ilmu seni di masa tersebut harus berada pada tingkat yang tinggi ketika patung tersebut dibuat. “
Namun, teori ini gagal untuk menjelaskan mengapa begitu banyak patung Yunani dan Romawi Kuno yang juga keilangan hidung dan anggota tubuh lainnya.
Hidung-hidung pada sebagian besar patung ukiran dari masa Yunani dan Romawi Kuno saat ini juga berada pada kondisi yang tidak lengkap.
Beberapa diantaranya memang rusak karena kondisi yang tidak disengaja, namun terdapat bukti yang kuat bahwa terdapat jumlah besar diantaranya yang sengaja dirusak.
Lihat Juga :