Kondisi Fisiologis Firaun Ramses II setelah Tenggelam di Laut Merah
Rabu, 07 Juni 2023 - 23:59 WIB
loading...
A
A
A
Dikutip dari laman Britannica, mumi Ramses II berukuran tinggi lebih dari enam kaki (1,8 meter) dengan rahang yang kuat dan menonjol, hidung tipis dan bibir tebal. Dia menderita masalah gigi, radang sendi yang parah, dan pengerasan pembuluh darah dan, kemungkinan besar, meninggal karena usia tua atau gagal jantung.
Baca juga; Firaun Ramses II Ternyata Miliki Paspor Mesir Setelah 3.000 Tahun Kematiannya
Pada tahun 1975, Maurice Bucaille, seorang dokter Prancis yang memeriksa jenazah Ramses II menyimpulkan bahwa mumi firaun ini berisiko terkena jamur dan diperlukan perawatan untuk melestarikan mumi tersebut. Mumi Ramses II harus diterbangkan ke Prancis untuk mendapatkan perawatan.Pada tahun 1976, otoritas Mesir mengeluarkan paspor Mesir modern untuk Firaun Ramses II agar bisa masuk ke Prancis.
Mumi Ramses II mendarat di bandara Le Bourget pada 26 September 1976, disambut Menteri Luar Negeri Prancis, Alice Saunter-Seite. Penelitian di Museum Etnologi Paris secara efektif melindungi mumi Ramses II dari jamur, dan menegaskan Ramses II memiliki kulit cerah dan rambut merah keriting.
Menurut Maurice Bucaille, penyebab kematian firaun adalah tenggelam di laut. Bucaille pun memeluk agama Islam dan menulis buku The Bible, The Qur'an and Science, setelah mempelajari mumi firaun Ramses II.
Baca juga; 3 Ilmuwan yang Memeluk Islam Setelah Temukan Keajaiban dalam Al-Quran
Pada 14 Mei 2020, Ali Gomaa, sarjana Islam Mesir, menimbulkan kontroversi setelah mengatakan, ketika tes dilakukan pada tubuh Ramses II, mereka menemukan bahwa dia meninggal karena mati lemas. Gomaa juga menyatakan bahwa para ilmuwan menemukan rumput laut di dalam mayatnya, yang menunjukkan bahwa ini adalah firaun yang hidup pada zaman Musa.
Baca juga; Firaun Ramses II Ternyata Miliki Paspor Mesir Setelah 3.000 Tahun Kematiannya
Pada tahun 1975, Maurice Bucaille, seorang dokter Prancis yang memeriksa jenazah Ramses II menyimpulkan bahwa mumi firaun ini berisiko terkena jamur dan diperlukan perawatan untuk melestarikan mumi tersebut. Mumi Ramses II harus diterbangkan ke Prancis untuk mendapatkan perawatan.Pada tahun 1976, otoritas Mesir mengeluarkan paspor Mesir modern untuk Firaun Ramses II agar bisa masuk ke Prancis.
Mumi Ramses II mendarat di bandara Le Bourget pada 26 September 1976, disambut Menteri Luar Negeri Prancis, Alice Saunter-Seite. Penelitian di Museum Etnologi Paris secara efektif melindungi mumi Ramses II dari jamur, dan menegaskan Ramses II memiliki kulit cerah dan rambut merah keriting.
Menurut Maurice Bucaille, penyebab kematian firaun adalah tenggelam di laut. Bucaille pun memeluk agama Islam dan menulis buku The Bible, The Qur'an and Science, setelah mempelajari mumi firaun Ramses II.
Baca juga; 3 Ilmuwan yang Memeluk Islam Setelah Temukan Keajaiban dalam Al-Quran
Pada 14 Mei 2020, Ali Gomaa, sarjana Islam Mesir, menimbulkan kontroversi setelah mengatakan, ketika tes dilakukan pada tubuh Ramses II, mereka menemukan bahwa dia meninggal karena mati lemas. Gomaa juga menyatakan bahwa para ilmuwan menemukan rumput laut di dalam mayatnya, yang menunjukkan bahwa ini adalah firaun yang hidup pada zaman Musa.
Lihat Juga :