Kondisi Fisiologis Firaun Ramses II setelah Tenggelam di Laut Merah
Rabu, 07 Juni 2023 - 23:59 WIB
loading...
A
A
A
Namun, arkeolog Mesir Zahi Hawass pada 20 Desember 2019 pernah mengulas hal ini dalam pidatonya dalam sebuah seminar. Dia mengatakan, belum bisa menyimpulkan penyebab kematian hanya berdasarkan hasil CT Scan, termasuk pada mumi Ramses II.
“Kami tidak dapat memastikan apakah Ramses II adalah Firaun Musa atau bukan. Tidak mungkin dengan CT scan mengetahui apakah mumi itu mati tenggelam atau tidak. Satu-satunya bagian yang bisa membuktikan penyebab kematian akibat tenggelam adalah paru-paru, namun organ itu tidak ditemukan di dalam mumi,” kata Hawass yang juga mantan kepala Kementerian Negara Purbakala Mesir.
![Kondisi Fisiologis Firaun Ramses II setelah Tenggelam di Laut Merah]()
Menurut Hawass, identitas Firaun Mesir tidak pernah 100% terungkap. Dia juga menyebutkan bahwa Taurat menyebutkan bahwa Firaun Mesir adalah dua raja yang berbeda dan bukan satu. Ini bertentangan dengan ajaran Alquran karena menyebutkan Firaun Mesir sebagai satu orang.
Baca juga; Mukjizat Nabi Musa Membelah Lautan, Begini Pembuktian Ilmiahnya
Namun, menurut bukti arkeologis, tidak satu pun firaun tertentu yang terbukti hidup pada zaman para nabi. Maurice Bucaille juga pernah menyebutkan Merneptah, putra Ramses II diduga sebagai bahwa firaun pada zaman Nabi Musa karena menemukan bekas garam di tubuh Merneptah, yang diperkirakan mati akibat tenggelam di Laut Merah.
Namun, ketika mengacu pada seni mumifikasi, ditemukan semua tubuh mumi mengandung Garam Natron sebagai agen utama mumifikasi. Garam Natron adalah campuran dari Natrium Klorida, Natrium Karbonat, Natrium Bikarbonat, dan Natrium Sulfat.
“Kami tidak dapat memastikan apakah Ramses II adalah Firaun Musa atau bukan. Tidak mungkin dengan CT scan mengetahui apakah mumi itu mati tenggelam atau tidak. Satu-satunya bagian yang bisa membuktikan penyebab kematian akibat tenggelam adalah paru-paru, namun organ itu tidak ditemukan di dalam mumi,” kata Hawass yang juga mantan kepala Kementerian Negara Purbakala Mesir.

Menurut Hawass, identitas Firaun Mesir tidak pernah 100% terungkap. Dia juga menyebutkan bahwa Taurat menyebutkan bahwa Firaun Mesir adalah dua raja yang berbeda dan bukan satu. Ini bertentangan dengan ajaran Alquran karena menyebutkan Firaun Mesir sebagai satu orang.
Baca juga; Mukjizat Nabi Musa Membelah Lautan, Begini Pembuktian Ilmiahnya
Namun, menurut bukti arkeologis, tidak satu pun firaun tertentu yang terbukti hidup pada zaman para nabi. Maurice Bucaille juga pernah menyebutkan Merneptah, putra Ramses II diduga sebagai bahwa firaun pada zaman Nabi Musa karena menemukan bekas garam di tubuh Merneptah, yang diperkirakan mati akibat tenggelam di Laut Merah.
Namun, ketika mengacu pada seni mumifikasi, ditemukan semua tubuh mumi mengandung Garam Natron sebagai agen utama mumifikasi. Garam Natron adalah campuran dari Natrium Klorida, Natrium Karbonat, Natrium Bikarbonat, dan Natrium Sulfat.
(wib)
Lihat Juga :