Berlangsung 3 Tahun, Ini Ledakan Kosmik Terbesar di Alam Semesta
Senin, 15 Mei 2023 - 19:31 WIB
loading...
Para astronom merekam ledakan kosmik terbesar yang terjadi di alam semesta yang dijuluki Scary Barbie. Foto/IFLscience
A
A
A
WASHINGTON - Para astronom merekam ledakan kosmik terbesar yang terjadi di alam semesta yang dijuluki "Scary Barbie". Ledakan kosmik ini menghasilkan cahaya yang sangat terang dan berlangsung sangat lama, sekitar 3 tahun.
Peristiwa ini dilaporkan dalam Studi Monthly Notices of the Royal Astronomical Society yang disampaikan dua kelompok independen. Dalam makalahnya mereka mendefinisikan ledakan itu sebagai AT2021lwx, atau dikenal sebagai ZTF20abrbeie.
Dalam studi itu dijelaskan peristiwa tersebut merupakan sebuah bintang yang terkoyak oleh lubang hitam supermasif atau dikenal dengan fenomena gangguan pasang surut (tidal disruption). Scary Barbie tiga kali lebih terang dari peristiwa gangguan pasang surut (tidal disruption) paling terang yang pernah tercatat.
Baca juga; Jarang Terjadi, Astronom Temukan Ledakan Besar Kosmik AT2021LWX di Lubang Hitam
Makalah kedua berpendapat bahwa lubang hitam supermasif tidak merobek dan memakan bintang sekitar 15 kali massa Matahari. Melainkan memakan awan gas yang lebih masif sekitar 1.000 kali lebih berat dari Matahari.
Peristiwa ini dilaporkan dalam Studi Monthly Notices of the Royal Astronomical Society yang disampaikan dua kelompok independen. Dalam makalahnya mereka mendefinisikan ledakan itu sebagai AT2021lwx, atau dikenal sebagai ZTF20abrbeie.
Dalam studi itu dijelaskan peristiwa tersebut merupakan sebuah bintang yang terkoyak oleh lubang hitam supermasif atau dikenal dengan fenomena gangguan pasang surut (tidal disruption). Scary Barbie tiga kali lebih terang dari peristiwa gangguan pasang surut (tidal disruption) paling terang yang pernah tercatat.
Baca juga; Jarang Terjadi, Astronom Temukan Ledakan Besar Kosmik AT2021LWX di Lubang Hitam
Makalah kedua berpendapat bahwa lubang hitam supermasif tidak merobek dan memakan bintang sekitar 15 kali massa Matahari. Melainkan memakan awan gas yang lebih masif sekitar 1.000 kali lebih berat dari Matahari.
Lihat Juga :