Cegah Kebocoran Data, Samsung Batasi Pemakaian ChatGPT Karyawan
Senin, 08 Mei 2023 - 19:29 WIB
loading...
Ilustrasi pegawai Samsung. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung membatasi pemakaian ChatGPT kepada seluruh karyawannya, setelah terjadi penyalahgunaan. Pembatasan dilakukan melalui komputer pribadi perusahaan.
Dilansir dari NBC News, pembatasan terpaksa dilakukan setelah beberapa staf ketahuan mengunggah kode sensitif perusahaan ke ChatGPT.
"ChatGPT adalah chatbot AI viral yang dilatih pada data dalam jumlah besar dan dapat menghasilkan respons terhadap kueri pengguna. Ini adalah bentuk yang disebut AI generatif," tulis laman itu, dikutip Senin (8/5/2023).Baca juga: Bos Microsoft Puji ChatGPT, Bos ChatGPT Sindir Google Bard
Samsung belum memiliki produk AI generatifnya sendiri. ChatGPT dikembangkan oleh perusahaan AS Openai yang didukung oleh Microsoft, sementara produk AI generatif lainnya termasuk Google Bard.
"Memasukkan data perusahaan yang sensitif ke dalam layanan milik asing ini dapat menjadi perhatian bagi perusahaan yang khawatir tentang kebocoran informasi penting," sambungnya.
Pihak Samsung mengatakan, karyawan untuk mengambil tindakan pencegahan saat menggunakan ChatGPT dan produk lain di luar pekerjaan, dan menyarankan pekerja untuk tidak memasukkan informasi terkait pribadi atau perusahaan ke dalam layanan.
Dalam survei di seluruh perusahaan Samsung yang dilakukan bulan lalu, 65% dari mereka yang menanggapi mengatakan, ada kekhawatiran tentang risiko keamanan saat menggunakan layanan AI generatif.
Dilansir dari NBC News, pembatasan terpaksa dilakukan setelah beberapa staf ketahuan mengunggah kode sensitif perusahaan ke ChatGPT.
"ChatGPT adalah chatbot AI viral yang dilatih pada data dalam jumlah besar dan dapat menghasilkan respons terhadap kueri pengguna. Ini adalah bentuk yang disebut AI generatif," tulis laman itu, dikutip Senin (8/5/2023).Baca juga: Bos Microsoft Puji ChatGPT, Bos ChatGPT Sindir Google Bard
Samsung belum memiliki produk AI generatifnya sendiri. ChatGPT dikembangkan oleh perusahaan AS Openai yang didukung oleh Microsoft, sementara produk AI generatif lainnya termasuk Google Bard.
"Memasukkan data perusahaan yang sensitif ke dalam layanan milik asing ini dapat menjadi perhatian bagi perusahaan yang khawatir tentang kebocoran informasi penting," sambungnya.
Pihak Samsung mengatakan, karyawan untuk mengambil tindakan pencegahan saat menggunakan ChatGPT dan produk lain di luar pekerjaan, dan menyarankan pekerja untuk tidak memasukkan informasi terkait pribadi atau perusahaan ke dalam layanan.
Dalam survei di seluruh perusahaan Samsung yang dilakukan bulan lalu, 65% dari mereka yang menanggapi mengatakan, ada kekhawatiran tentang risiko keamanan saat menggunakan layanan AI generatif.
Lihat Juga :