Misi Artemis 2 Gunakan Laser Agar Penduduk Bumi Bisa Lihat Video Bulan Berkualitas Tinggi

Senin, 08 Mei 2023 - 07:13 WIB
loading...
Misi Artemis 2 Gunakan...
Nasa menggunakan teknologi streaming video laser untuk mengirimkan hasil video berkualitas tinggi real time. Foto: dok NASA
A A A
JAKARTA - Astronot di misi Artemis 2 akan menguji teknologi komunikasi laser di sekitar bulan. Gunanya, untuk bisa mengirimkan transmisi gambar serta video lebih cepat.

Artemis 2 adalah misi kedua dari Program Artemis NASA dan misi berawak pertama dari wahana antariksa Orion yang direncanakan meluncur dengan roket Space Launch System pada November 2024 mendatang.

Pesawat luar angkasa berawak Orion akan melakukan perjalanan terbang lintas Bulan lalu kembali ke Bumi.

Dilansir dari space.com, NASA menggunakan laser dalam upaya mengembangkan cara untuk berkomunikasi antar pesawat luar angkasa.

Sebab, di masa lalu, badan antariksa tersebut hanya mengandalkan sinyal radio yang dipancarkan lewat Deep Space Network, untuk mengirimkan berbagai jenis data ilmiah dari Wahana Antariksa jauh kembali ke Bumi.

Laser diklaim memiliki kemampuan secara signifikan meningkatkan jumlah data yang bisa dikirim oleh pesawat ruang angkasa.
Terkait hal itu, NASA pun dikabarkan siap untuk mengirimkan teknologi tersebut ke sekitar bulan.

NASA memasukan komunikasi laser dalam bentuk terminal Orion Artemis 2 Optical Communications System (O2O) di Artemis 2, misi berawak mengelilingi bulan berikutnya.

“Di atas kapsul Orion , sistem O2O akan mengirimkan kembali gambar dan video beresolusi tinggi dari wilayah bulan,” jelas NASA pada sebuah video yang diterbitkan pada April lalu.

Misi Artemis 2 Gunakan Laser Agar Penduduk Bumi Bisa Lihat Video Bulan Berkualitas Tinggi

Cara kerja sistem laser yang akan digunakan oleh NASA. Foto: dok NASA

Menurut NASA, apabila semuanya berjalan sesuai rencana, maka sistem ini memungkinkan masyarakat di Bumi untuk melihat bulan secara real-time, tidak seperti sebelumnya.

Nasa menggambarkan teknologi baru ini seperti internet dial-up yang kecepatannya hanya kilobyte per detik (Kbps) dengan internet fiber optik yang mencapai gigabyte per detik (Gbps). Jauh sekali peningkatannya. Hal itulah yang ingin dicapai NASA untuk pesawat ruang angkasa masa depannya.

Untuk meletakan dasar komunikasi laser di masa depan, NASA telah meluncurkan sejumlah satelit demonstrasi beberapa tahun terakhir.
The Laser Communication Relay Demonstration (LCRD) yang diluncurkan pada Desember 2021 lalu, merupakan estafet laser pertama NASA.

Kemudian diikuti dengan TeraByte InfraRed Delivery (TBIRD) CubeSat yang diluncurkan tahun lalu, dengan kecepatan transmisi data mencapai 200 gigabit per detik.

Saat ini NASA tengah mempersiapkan integrasi LCRD Low-Earth-Orbit dan penggunaan Modem serta Amplifier Terminal (ILLUMA-T), yang diharapkan akan diluncurkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akhir tahun ini.

Nantinya, ILLUMA-T akan menempel pada fasilitas terbuka di Modul Eksperimen Jepang. Setelah beroperasi, ILLUMA-T akan menyampaikan data kembali ke Bumi, lewat LCRD dalam sistem komunikasi relai laser end-to-end NASA yang pertama, dan meletakkan dasar bagi sistem 020 yang akan berada di Orion selama Artemis 2.

Baca Juga: Pendaratan ke Bulan, Kegagalan Jepang dan Tuduhan Teori Konspirasi Amerika Serikat

Tapi, menurut catatan NASA, eksperimen ini hanya awal dari bagian komunikasi laser, untuk membuka jalan untuk riset selanjutnya.
Mengenai misi Artemis 2 yang dilengkapi awak kapal, NASA berharap untuk mengirimkan tidak hanya gambar beresolusi tinggi, tapi juga video.

Apabila semuanya berjalan sesuai rencana dengan ekspreimen komunikasi laser, maka akan menjadi sebuah pencapaian baru yangluarbiasa.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Ternyata Bawa iPhone 17 Pro Max ke Bulan
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Berhasil Ungkap Sisi Tergelap Bulan
Bulan Sejajar Terjadi...
Bulan Sejajar Terjadi Tepat di Atas Kakbah, Fenomena Ini Jadi Kalibrasi Arah Kiblat
Bulan Semakin Menjauh...
Bulan Semakin Menjauh dari Bumi Ini yang Terjadi pada Waktu dalam Sehari
Elon Musk Siap Bangun...
Elon Musk Siap Bangun Kota di Bulan dan Mars
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Astronot Artemis II: Misi Bersejarah NASA Kelilingi Bulan Setelah 54 Tahun
Mengapa Manusia Tak...
Mengapa Manusia Tak ke Bulan Lagi setelah Lebih dari 50 Tahun? Ini Jawabannya
Elon Musk Berencana...
Elon Musk Berencana Bangun Kota di Bulan yang Tumbuh Sendiri
Rekomendasi
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
Doa Akhir Ramadhan agar...
Doa Akhir Ramadhan agar Bisa Kembali Bertemu Bulan Suci
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved