Mantan Pelopor AI Google Ungkap Dampak Buruk Kecerdasan Buatan

Selasa, 02 Mei 2023 - 19:12 WIB
loading...
Mantan Pelopor AI Google Ungkap Dampak Buruk Kecerdasan Buatan
Geoffrey Hinton meninggalkan Google pada April lalu, begitu mengetahui betapa mengerikannya AI. FOTO/ TV
A A A
CUPERTINO - Geoffrey Hinton pelopor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mengungkapklan dampak buruk AI terhadap kehidupan manusia.



Tak hanya itu, Geoffrey Hinton meninggalkan Google pada April lalu, begitu mengetahui betapa mengerikannya AI.

Dia yakin dengan potensi bahaya AI di masa depan karena dapat melampaui kemampuan otak.

Hinton meyakini bahwa sebuah sistem mumpuni yang akan hadir tidak akan setara dengan pemikiran manusia.

"Lihatlah bagaimana lima tahun yang lalu dan sekarang. Ambil bedanya dan sebarkan ke depan. Itu menakutkan," kata Hinton kepada The New York Times.

Perjalanan Hinton dalam mengembangkan AI pada tahun 70-an ketika ia masih menjadi mahasiswa pascasarjana di Universitas Edinburgh.

Kala itu Hinton tertarik dengan gagasan jaringan saraf atau neural networks.

Hinton mengatakan bahwa saat ini perusahaan berlomba memanfaatkan sistem AI yang kuat dan berpotensi menjadi makin berbahaya. Google dan raksasa teknologi lainnya telah terlibat dalam persaingan yang menurut Hinton tak mungkin dihentikan, demikian seperti dilansir dari TechSpot, Selasa (2/5/2023).

"Sebenarnya saya pergi agar saya bisa bicara tentang bahaya AI tanpa mempertimbangkan bagaimana dampaknya terhadap Google. Google telah bertindak sangat bertanggung jawab," tulis Hinton dalam akun Twitter pribadinya @geoffreyhinton

Setelah menjadi profesor, pada tahun 2012 Hinton bersama dua muridnya menciptakan sebuan terobosan jaringan saraf untuk menganalisis gambar dan mengidentifikasi item umum lainnya dalam foto.
(wbs)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1455 seconds (0.1#10.140)