Amerika Serikat Awasi Media Sosial di Seluruh Dunia
Jum'at, 28 April 2023 - 16:42 WIB
loading...
Ilustrasi cybersecurity. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengawasi penggunaan media sosial di dunia, usai invasi Rusia ke Ukraina. Hal ini ditegaskan Komando Cyber Angkatan Darat AS, untuk melindungi merek NATO.
Dilansir dari The Intercept, Komando Cyber Angkatan Darat AS atau Arcyber ditugaskan untuk mempertahankan jaringan militer negara itu, maupun saat melakukan operasi ofensif, termasuk kampanye propaganda.
Tidak hanya itu, Cyber Fusion Innovation Center, sebuah organisasi nirlaba yang disponsori Pentagon, juga menawarkan kepada kontraktor sektor swasta yang tertarik untuk menjual data kepada mereka.
Baca juga: Serangan Cyber Korut Bisa Terjadi Saat Pilpres Amerika
Letnan Kolonel David Beskow dari Arcyber Technical Warfare Center ARCYBER mengatakan, mereka ingin mendeteksi dan menggagalkan pengaruh operasi asing, dan eufemisme militer untuk kampanye propaganda.
"NATO adalah salah satu merek utama kami, Aliansi Keamanan Nasional kami. Ini penting bagi kami. Kita harus memahami semua percakapan seputar NATO yang terjadi di media sosial," katanya, dikutip Jumat (28/4/2023).
Beskow melanjutkan, Arcyber ingin melacak media sosial diberbagai platform, di mana AS memiliki minat.
Dilansir dari The Intercept, Komando Cyber Angkatan Darat AS atau Arcyber ditugaskan untuk mempertahankan jaringan militer negara itu, maupun saat melakukan operasi ofensif, termasuk kampanye propaganda.
Tidak hanya itu, Cyber Fusion Innovation Center, sebuah organisasi nirlaba yang disponsori Pentagon, juga menawarkan kepada kontraktor sektor swasta yang tertarik untuk menjual data kepada mereka.
Baca juga: Serangan Cyber Korut Bisa Terjadi Saat Pilpres Amerika
Letnan Kolonel David Beskow dari Arcyber Technical Warfare Center ARCYBER mengatakan, mereka ingin mendeteksi dan menggagalkan pengaruh operasi asing, dan eufemisme militer untuk kampanye propaganda.
"NATO adalah salah satu merek utama kami, Aliansi Keamanan Nasional kami. Ini penting bagi kami. Kita harus memahami semua percakapan seputar NATO yang terjadi di media sosial," katanya, dikutip Jumat (28/4/2023).
Beskow melanjutkan, Arcyber ingin melacak media sosial diberbagai platform, di mana AS memiliki minat.
Lihat Juga :