Serang Balik TikTok, AS Minta Meta dan Apple Jadi Mata-mata

Kamis, 30 Maret 2023 - 13:44 WIB
loading...
Serang Balik TikTok,...
Amerika Serikat serang balik TikTok. FOTO/ DOK SINDOnews
A A A
BEIJING - Amerika Serikat (AS) menilai China menggunakan aplikasi TikTok yang sangat populer untuk memata-matai warganya. Oleh karenanya AS berniat balas dendam.

BACA JUGA - Twitter Tertarik Beli TikTok

Namun, mereka tidak menyebutkan bagaimana pemerintah AS sendiri dapat menggunakan perusahaan teknologinya yang secara efektif mengendalikan internet global untuk memata-matai orang lain.

Seperti dilansir dari Al Jazeera Kamis (30/3/2023), AS mempertimbangkan untuk melarang aplikasi video pendek yang digunakan oleh lebih dari 150 juta orang Amerika.

nggota parlemen juga mempertimbangkan untuk mereformasi kekuatan yang akan memaksa perusahaan seperti Google, Meta dan Apple untuk memfasilitasi mata-mata tanpa batas terhadap warga negara non-AS yang berada di luar negeri. .

Bagian 702 dari Undang-Undang Pengawasan Intelijen Asing (FISA) akan segera disetujui dan diharapkan akan disahkan kembali pada bulan Desember ini, yang memungkinkan badan-badan intelijen AS untuk melakukan mata-mata tanpa surat perintah terhadap email, telepon, dan komunikasi online orang asing.

Meskipun warga AS memiliki beberapa perlindungan terhadap penggeledahan tanpa surat perintah di bawah Amandemen Keempat Konstitusi AS, pemerintah AS menegaskan bahwa hak ini tidak diberikan kepada warga negara asing di luar negeri.

Ini memungkinkan badan-badan seperti National Security Agency (NSA), Federal Bureau of Investigation (FBI) dan Central Intelligence Agency (CIA) praktis bebas memata-matai komunikasi mereka.

Informasi juga dapat diteruskan ke sekutu AS seperti Inggris dan Australia.

Meskipun umum bagi pemerintah untuk memata-matai di luar negeri, Washington menikmati keuntungan yang tidak dimiliki oleh negara yurisdiksi lain atas segelintir perusahaan yang secara efektif menjalankan internet modern termasuk Google, Meta, Amazon, dan Microsoft.

TikTok yang dimiliki oleh perusahaan China ByteDance baru-baru ini menjadi perhatian masyarakat AS karena diduga mampu memata-matai.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Rekomendasi
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Berita Terkini
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved