Muncul 6.800 Tahun Sekali, Komet Neowise Mau Melintasi Indonesia

Minggu, 19 Juli 2020 - 14:41 WIB
loading...
Muncul 6.800 Tahun Sekali,...
Di Indonesia, komet Neowise baru dapat dilihat dengan mata telanjang mulai 19-25 Juli 2020 setelah matahari terbenam. Meskipun akan terlihat secara kasat mata, komet akan semakin sulit dilihat di daerah yang memiliki polusi cahaya tinggi. Foto/NASA
A A A
JAKARTA - Beberapa hari lagi Bumi akan disambangi oleh Komet Neowise . Komet ini hanya dapat dilihat seumur hidup sekali, karena baru terjadi setelah 6.800 tahun. (Baca juga: Ada Kaitan Komet dengan Malapetaka? Ini Penjelasan Ahli Falak NU )

Di Indonesia, komet Neowise baru dapat dilihat dengan mata telanjang mulai 19-25 Juli 2020 setelah matahari terbenam. Meskipun akan terlihat secara kasat mata, komet akan semakin sulit dilihat di daerah yang memiliki polusi cahaya tinggi.

Dengan panjang angular ekor yang cukup besar, komet dapat terlihat dengan binokuler, teleskop, atau kamera digital dengan kepekaan cahaya yang tinggi.

Waktu terbaik untuk mengamatinya yaitu pada tanggal 23 Juli 2020. Komet Neowise mulai sulit dilihat dengan mata telanjang pada 26 Juli 2020 pada lokasi berpolusi cahaya tinggi. Sedangkan langit yang bersih bebas dari polusi cahaya akan sulit dilihat mulai sekitar tanggal 5 Agustus 2020.

Komet ini pertama kali ditemukan pada 27 Maret 2020 melalui teleskop luar angkasa bernama Near Earth Object Wide/field Infrared Survey Explorer (NEOWISE). Komet ini merupakan komet dengan orbit bergerak mundur (retrograde) dengan orbit yang hampir parabolik.

Pada 3 Juli 2020 pukul 23.20.06 WIB, Komet Neowise berada pada titik terdekat Matahari dengan jarak 44,1 juta kilometer (km). Sedangkan titik terdekat komet dengan Bumi akan terjadi pada 23 Juli 2020 pukul 09.41.30 WIB dengan jarak 103,5 juta km.

Mengutip dari laman resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), observasi terakhir yang dilakukan oleh COBS (Coma Database Observer) menunjukkan nilai magnitudo komet ini sudah mencapai +1,5.

Sementara diameter koma (ekor komet) mencapai 17,7 menit busur atau sedikit lebih besar dari jejari tampak Bulan. Komet ini paling terang ketika berada pada titik terdekat dengan Matahari dengan magnitudo tampak +1,4.

Untuk daerah DKI Jakarta dan sekitarnya, komet akan tampak pada 23 Juli pukul 18.42-19.40 WIB dengan azimuth 318°–314,9° (Barat Laut). Sedangkan di daerah Bandung, Sumedang, Garut, dan sekitarnya, pada pukul 18.38-19.34 WIB dengan azimuth 318,2°–315° (Barat Laut).

Kemudian di Padang, Sumatera Barat, waktu penampakkan komet ini pada pukul 19.17-20.30 WIB dengan azimuth 316,4°–313,9° (Barat Laut). Pasuruan, Jawa Timur, pada pukul 18.17-19.10 WIB dengan azimuth 318,4°–315,2° (Barat Laut).

Lalu di Pontianak, Kalimantan Barat, akan tampak pada pukul 18.41-19.54 WIB dengan azimuth 316,3°–314° (Barat Laut). Di Parepare, Sulawesi Selatan, pukul 18.54-19.57 WITA dengan azimuth 317,4°–315,9° (Barat Laut).

Di Tomohon, Sulawesi Utara, akan nampak pada pukul 18.41-19.56 WITA dengan azimuth 316°–313,9° (Barat Laut). Di Tilong, Nusa Tenggara Timur, pukul 18.29-19.14 WITA dengan azimuth 319°–315,9° (Barat Laut).

Sedangkan di Biak, Papua, pada pukul 18.52-20.01 WIT dengan azimuth 316,7°-314,2° (Barat Laut). Seluruhnya memiliki magnitude +4,16 hingga +4,17 dengan konstelasi Ursa Mayoris. (Baca juga: BIN di Bawah Kendali Jokowi, Mahfud MD: Produk Intelijen Dibutuhkan Presiden )

LAPAN akan mulai mengamati pada tanggal 21 Juli 2020. Pada hari tersebut, bertepatan dengan pengamatan hilal bulan Dzulhijjah dan akan terus mengamati hingga mendapatkan hasil terbaik.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Berita Terkini
Apakah iPhone 18 Pro...
Apakah iPhone 18 Pro Max Akan Jadi Lompatan Terbesar Teknologi Kamera
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved