Duduk di Kursi Panas Kongres AS, CEO TikTok Dicecar Soal Hubungan dengan China
Jum'at, 24 Maret 2023 - 07:20 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan Shou didukung peneliti independen. Pada 2020, The Washington Post bekerja dengan peneliti privasi untuk melihat dibalik data TikTok, dan menyimpulkan bahwa aplikasi tersebut tidak mengumpulkan data lebih banyak daripada jejaring sosial seperti Facebook dan Instagram.
Tahun berikutnya, Pellaeon Lin, peneliti asal Taiwan di Lab Warga Universitas Toronto, melakukan analisis teknis lain yang mencapai kesimpulan serupa.
Walaupun TikTok mengumpulkan informasi dalam jumlah yang hampir sama dengan Facebook atau Twitter, tapi data yang direkam memang banyak. Termasuk informasi tentang video yang ditonton, komentar yang ditulis, pesan pribadi yang dikirim, dan — jika Anda setuju untuk memberikan tingkat akses — geolokasi serta daftar kontak.
Perwakilan Republikan dari Ohio Bob Latta juga menuduh TikTok mempromosikan video “blackout challenge” yang membuat gadis 10 tahun asal Pennsylvania meninggal karena mencoba mencoba meniru tantangan dalam video.
Baca Juga: Jadi Sorotan Barat, Milenial Petinggi TikTok Asal Singapura Punya Harta Rp3 Triliun
Sementara perwakilan Republikan Gus Bilirakis dari Florida mengatakan ada kekurangan moderasi konten yang memadai di TikTok, yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk melihat konten berbahaya. “Teknologi Anda benar-benar menyebabkan kematian,” kata Bilirakis kepada Chew.
Dalam beberapa bulan terakhir TikTok sendiri telah meluncurkan sejumlah fitur untuk memberikan perlindungan tambahan bagi pengguna yang lebih muda, termasuk menyetel default baru 60 menit untuk batas waktu harian bagi mereka yang berusia dibawah18tahun.
Tahun berikutnya, Pellaeon Lin, peneliti asal Taiwan di Lab Warga Universitas Toronto, melakukan analisis teknis lain yang mencapai kesimpulan serupa.
Walaupun TikTok mengumpulkan informasi dalam jumlah yang hampir sama dengan Facebook atau Twitter, tapi data yang direkam memang banyak. Termasuk informasi tentang video yang ditonton, komentar yang ditulis, pesan pribadi yang dikirim, dan — jika Anda setuju untuk memberikan tingkat akses — geolokasi serta daftar kontak.
3. Dampak TikTok Terhadap Anak-Anak
Sejumlah anggota Parlemen mempertanyakan dampak TikTok terhadap anak-anak. Perwakilan Demokrat New Jersey Frank Pallone, mengungkap penelitian yang menemukan bahwa algoritma TikTok merekomendasikan video kepada remaja yang dampaknya memperburuk perasaan tekanan emosional, termasuk video yang mempromosikan bunuh diri, menyakiti diri sendiri, dan gangguan makan.Perwakilan Republikan dari Ohio Bob Latta juga menuduh TikTok mempromosikan video “blackout challenge” yang membuat gadis 10 tahun asal Pennsylvania meninggal karena mencoba mencoba meniru tantangan dalam video.
Baca Juga: Jadi Sorotan Barat, Milenial Petinggi TikTok Asal Singapura Punya Harta Rp3 Triliun
Sementara perwakilan Republikan Gus Bilirakis dari Florida mengatakan ada kekurangan moderasi konten yang memadai di TikTok, yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk melihat konten berbahaya. “Teknologi Anda benar-benar menyebabkan kematian,” kata Bilirakis kepada Chew.
Dalam beberapa bulan terakhir TikTok sendiri telah meluncurkan sejumlah fitur untuk memberikan perlindungan tambahan bagi pengguna yang lebih muda, termasuk menyetel default baru 60 menit untuk batas waktu harian bagi mereka yang berusia dibawah18tahun.
(dan)
Lihat Juga :