Astronot UEA Sultan Al Neyadi Menyambut Ramadan di Luar Angkasa
Kamis, 23 Maret 2023 - 19:19 WIB
loading...
Astronot Uni Emirat Arab (UEA) Sultan Al Neyadi menyambut kedatangan bulan Ramadan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Foto/NASA
A
A
A
DUBAI - Astronot Uni Emirat Arab (UEA) Sultan Al Neyadi menyambut kedatangan bulan Ramadan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Belum diketahui, apakah dia menjalani ibadah puasa atau tidak, selama berada di luar angkasa.
Astronot Sultan Al Neyadi tiba di ISS pada 2 Maret 2023 setelah diluncurkan ke orbit dengan roket Falcon 9 SpaceX dan pesawat ruang angkasa Crew Dragon. Dia berada di ISS selama setengah tahun dalam misi jangka panjang pertamanya.
Sebelum peluncuran, astronot UEA mengatakan dilarang berpuasa jika mengganggu aktivitas selama di ISS karena dia akan menjalani misi jangka panjang selama 6 bulan. “Kami benar-benar diizinkan untuk makan makanan yang cukup untuk mencegah kekurangan nutrisi atau hidrasi,” kata Al Neyadi selama konferensi pers pra-penerbangan pada 25 Januari.
Baca juga; Astronot UEA: Ramadhan Tak Perlu Puasa saat Berada di Antariksa
Dia menambahkan bahwa prioritasnya adalah melayani misi, jadi dia tidak dapat melakukan aktivitas yang dapat membahayakan misi atau mungkin membahayakan awak lain. Al Neyadi bukanlah astronot pertama yang merayakan Ramadan di luar angkasa.
Astronot Sultan Al Neyadi tiba di ISS pada 2 Maret 2023 setelah diluncurkan ke orbit dengan roket Falcon 9 SpaceX dan pesawat ruang angkasa Crew Dragon. Dia berada di ISS selama setengah tahun dalam misi jangka panjang pertamanya.
Sebelum peluncuran, astronot UEA mengatakan dilarang berpuasa jika mengganggu aktivitas selama di ISS karena dia akan menjalani misi jangka panjang selama 6 bulan. “Kami benar-benar diizinkan untuk makan makanan yang cukup untuk mencegah kekurangan nutrisi atau hidrasi,” kata Al Neyadi selama konferensi pers pra-penerbangan pada 25 Januari.
Baca juga; Astronot UEA: Ramadhan Tak Perlu Puasa saat Berada di Antariksa
Dia menambahkan bahwa prioritasnya adalah melayani misi, jadi dia tidak dapat melakukan aktivitas yang dapat membahayakan misi atau mungkin membahayakan awak lain. Al Neyadi bukanlah astronot pertama yang merayakan Ramadan di luar angkasa.
Lihat Juga :