Tornado Surya Berkecepatan 499.000 Km/Jam Muncul di Atas Permukaan Matahari
Selasa, 21 Maret 2023 - 18:19 WIB
loading...
A
A
A
“Saya belum pernah melihat yang seperti ini selama bertahun-tahun mengamati matahari,” cerita Lasky dikutip SINDOnews dari laman Daily Mail, Selasa (21/3/2023). Dia mengaku tidak pernah berhenti mengangumi fenomena luar biasa ini.
Matahari baru-baru ini mengalami perilaku aneh, pada bulan Februari, sepotong kutub utaranya putus. Sebuah video menunjukkan filamen plasma raksasa, atau gas listrik, menyembur keluar dari matahari, memisahkan diri dan kemudian beredar dalam 'pusaran kutub besar'.
![Tornado Surya Berkecepatan 499.000 Km/Jam Muncul di Atas Permukaan Matahari]()
Fenomena ini membuat para astronom bingung, sehingga berspekulasi bahwa itu ada hubungannya dengan pembalikan medan magnet matahari yang terjadi sekali setiap siklus matahari. NASA menggambarkan filamen surya sebagai awan partikel bermuatan yang mengapung di atas matahari, ditambatkan pada gaya magnet.
Baca juga; Misteri Detak Sinyal Matahari Terpecahkan, Jadi Petunjuk Antisipasi Badai Elektromagnetik
“Sekali setiap siklus matahari, dia terbentuk pada garis lintang 55 derajat dan mulai bergerak ke kutub matahari,” kata Scott McIntosh fisikawan surya dan wakil direktur di National Center for Atmospheric Research di Boulder, Colorado, kepada Space.com.
Matahari baru-baru ini mengalami perilaku aneh, pada bulan Februari, sepotong kutub utaranya putus. Sebuah video menunjukkan filamen plasma raksasa, atau gas listrik, menyembur keluar dari matahari, memisahkan diri dan kemudian beredar dalam 'pusaran kutub besar'.

Fenomena ini membuat para astronom bingung, sehingga berspekulasi bahwa itu ada hubungannya dengan pembalikan medan magnet matahari yang terjadi sekali setiap siklus matahari. NASA menggambarkan filamen surya sebagai awan partikel bermuatan yang mengapung di atas matahari, ditambatkan pada gaya magnet.
Baca juga; Misteri Detak Sinyal Matahari Terpecahkan, Jadi Petunjuk Antisipasi Badai Elektromagnetik
“Sekali setiap siklus matahari, dia terbentuk pada garis lintang 55 derajat dan mulai bergerak ke kutub matahari,” kata Scott McIntosh fisikawan surya dan wakil direktur di National Center for Atmospheric Research di Boulder, Colorado, kepada Space.com.
(wib)
Lihat Juga :