Akun Twitter Sejumlah Tokoh Dunia Diretas
Jum'at, 17 Juli 2020 - 07:33 WIB
loading...
A
A
A
Peretasan kali ini bertepatan dengan momen menjelang pemilu presiden AS pada November mendatang. Twitter memahami kekhawatiran publik dan para ahli mengenai sistem keamanan yang diadopsi Twitter. Seluruh akun Twitter pun rawan dibobol orang tidak bertanggungjawab, terlepas dari tujuannya hanya untuk menguji kemampuan ataupun menyalahgunakannya untuk kepentingan tertentu.
Peran Twitter sebagai alat komunikasi dan kampanye bagi kandidat presiden seperti Presiden Donald Trump menciptakan kekhawatiran atas kekacauan pemilihan umum (pemilu) pada 3 November mendatang. Masyarakat AS juga cemas keamanan nasional akan terguncang. (Baca juga: Trump Desak Iran Batalkan Eksekusi 3 Demonstran)
Wakil Presiden Kebijakan Teknologi dari Center for American Progress, Adam Conner, mengungkapkan kecemasannya tidak lama setelah akun tokoh-tokoh besar diretas. “Ini merupakan kabar buruk, tapi skenario lebih buruk dapat saja terjadi pada 3 November mendatang,” kata Conner.
Melalui akun tokoh-tokoh besar, pelaku meminta followernya untuk mengirimkan mata uang digital Bitcoin menuju beberapa alamat. Sedikitnya warga yang tertipu melakukan 400 kali transfer Bitcoin senilai USD120.000. Menurut Elliptic, separuh transfer berasal dari Asia dan Eropa.
Catatan transfer tersebut meninggalkan riwayat transaksi yang dapat membantu para penyelidik mengidentifikasi pelaku peretasan. Kerugian finansial berhasil dibatasi setelah beberapa transfer diblokir akibat semakin meluasnya akun yang dibajak.
Peran Twitter sebagai alat komunikasi dan kampanye bagi kandidat presiden seperti Presiden Donald Trump menciptakan kekhawatiran atas kekacauan pemilihan umum (pemilu) pada 3 November mendatang. Masyarakat AS juga cemas keamanan nasional akan terguncang. (Baca juga: Trump Desak Iran Batalkan Eksekusi 3 Demonstran)
Wakil Presiden Kebijakan Teknologi dari Center for American Progress, Adam Conner, mengungkapkan kecemasannya tidak lama setelah akun tokoh-tokoh besar diretas. “Ini merupakan kabar buruk, tapi skenario lebih buruk dapat saja terjadi pada 3 November mendatang,” kata Conner.
Melalui akun tokoh-tokoh besar, pelaku meminta followernya untuk mengirimkan mata uang digital Bitcoin menuju beberapa alamat. Sedikitnya warga yang tertipu melakukan 400 kali transfer Bitcoin senilai USD120.000. Menurut Elliptic, separuh transfer berasal dari Asia dan Eropa.
Catatan transfer tersebut meninggalkan riwayat transaksi yang dapat membantu para penyelidik mengidentifikasi pelaku peretasan. Kerugian finansial berhasil dibatasi setelah beberapa transfer diblokir akibat semakin meluasnya akun yang dibajak.
Lihat Juga :