Inti Bumi Ternyata Berupa Paduan Besi Nikel Padat Berukuran 725 Km

Sabtu, 25 Februari 2023 - 06:44 WIB
loading...
Inti Bumi Ternyata Berupa...
Para ilmuwan geofisika di Universitas Nasional Australia di Canberra menyebutkan bahwa inti Bumi merupakan paduan besi nikel padat berukuran 725 Kilometer (Km). Foto/Pledgetimes/Live Science
A A A
CANBERRA - Para ilmuwan geofisika di Universitas Nasional Australia di Canberra menyebutkan bahwa inti Bumi merupakan paduan besi nikel padat berukuran 725 Kilometer (Km). Data ini diperoleh para ilmuwan dengan menghitung diameter inti terdalam Bumi menggunakan gelombang gempa yang memantul seperti bola ping-pong.

Sebelumnya, banyak peneliti percaya bahwa Bumi memiliki empat lapisan yang berbeda, yaitu kerak bumi, mantel, inti luar yang cair, dan inti dalam yang padat. Namun dalam beberapa dekade terakhir, para ilmuwan telah mengusulkan bahwa inti dalam sebenarnya terdiri dari dua lapisan, yang disebut sebagai inti dalam dan inti terdalam.

Sekarang, dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications Selasa 21 Februari, para peneliti mengamati data gelombang gempa bumi, atau seismik, dari seluruh dunia untuk mengukur inti terdalam ini. Saat terjadi gempa bumi, hal itu memicu gelombang energi yang bergerak melalui bebatuan.

Baca juga; Inti Bumi Berhenti Berputar dan Berbalik Arah, Ilmuwan Antisipasi Dampaknya pada Kehidupan

Gelombang-gelombang ini bergerak dengan kecepatan yang berbeda-beda berdasarkan jenis mineral penyusun batuan dan apakah batuan tersebut lebih kaku atau lunak. Jenis gelombang seismik tertentu tidak dapat bergerak melalui cairan, sehingga memantul dari lapisan cairan.

Mempelajari cara gelombang seismik bergerak melalui Bumi dapat mengungkap lapisan berbeda yang ada jauh di bawah permukaan planet. Misalnya, para ilmuwan sebelumnya telah menggunakan gelombang seismik untuk menemukan besi cair yang berputar di inti luar Bumi, yang menciptakan medan magnet planet.

Gelombang seismik juga mengungkap inti dalam, yang, meskipun panas, tetap padat di bawah tekanan yang sangat besar. Dalam makalah baru, para peneliti mengamati, untuk pertama kalinya, gelombang seismik memantul bolak-balik dari gempa kuat ke sisi lain dunia, seperti bola ping-pong.

Secara khusus, gelombang seismik dari gempa berkekuatan 7,9 yang terjadi di dekat Kepulauan Solomon pada tahun 2017 bergema di seluruh diameter bumi beberapa kali. Jaringan seismik di Semenanjung Alaska dan Pegunungan Alpen Eropa membantu para peneliti melihat gelombang yang bergema.

Baca juga; Bumi Punya Lapisan Tersembunyi yang Tak Bisa Dipecahkan Ilmuwan

“Gelombang yang memantul ini memungkinkan para peneliti untuk mengamati dua lapisan berbeda di dalam inti bumi,” kata Thanh-Son Pham, ahli geofisika di Universitas Nasional Australia di Canberra kepada Live Science, Sabtu (25/2/2023).

Para peneliti mencatat bahwa ketika gelombang gempa bergerak melalui inti terdalam, di area sekitar 450 mil atau 725 Km. Gelombang gempa bergerak dengan kecepatan berbeda tergantung pada sudut perjalanannya.

Di lapisan luar inti dalam, gelombang bergerak paling cepat dari kutub ke kutub dan paling lambat ke arah ekuator. Sementara itu, di lapisan terdalam, gelombang bergerak paling lambat dengan sudut sekitar 50 derajat dari sumbu Bumi.
Inti Bumi Ternyata Berupa Paduan Besi Nikel Padat Berukuran 725 Km


Perbedaan perilaku gelombang yang bergerak melalui lapisan luar inti dalam versus inti terdalam menunjukkan bahwa meskipun secara kimia identik terbuat dari paduan besi-nikel, struktur kristal dari lapisan ini berbeda. “Studi ini memperkuat bukti keberadaan bola logam internal dengan tekstur berbeda dari kulit terluar inti dalam Bumi,” kata Pham.

Baca juga; Lapisan Bumi Berusia 4 Miliar Tahun Ditemukan di Australia

Struktur bumi berevolusi saat mendingin setelah planet terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Saat Bumi mendingin, elemen yang lebih berat, seperti besi dan nikel, bermigrasi ke dalam, menciptakan inti dalam dan luar, sementara elemen yang lebih ringan, seperti silikon yang menyusun sebagian besar batuan di permukaan Bumi, naik.

Para ilmuwan berpikir bahwa inti bumi terbentuk sekitar satu miliar tahun yang lalu, tetapi rincian evolusi inti adalah tidak dipahami dengan baik. Namun seiring pertumbuhan jaringan seismometer global, lebih banyak data seismik kemungkinan akan membantu mengungkap lebih banyak detail tentang pertumbuhan inti dalam.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Benua Australia Bergerak...
Benua Australia Bergerak Cepat, NOAA: Berpotensi Menabrak Indonesia
Australia Blokir TikTok...
Australia Blokir TikTok & Instagram U-16 Mulai 10 Desember, 1 Juta Akun Remaja Terdampak
Gangguan Jaringan Optus...
Gangguan Jaringan Optus Merenggut Tiga Nyawa di Australia
Australia Berniat Tak...
Australia Berniat Tak Gunakan YouTube untuk Konten Pemerintah
Buih Misterius Bermunculan...
Buih Misterius Bermunculan di Laut Australia
Sebagian Besar Kerak...
Sebagian Besar Kerak Bumi yang Hilang Ditemukan, di Sini Letaknya
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Rekomendasi
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Infografis
Kapasitas Pembangkit...
Kapasitas Pembangkit Listrik Panas Bumi Indonesia Bisa Salip AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved