Ikan Lapis Baja dengan Gigi Setajam Silet Ditemukan di Afrika Selatan
Kamis, 23 Februari 2023 - 12:55 WIB
loading...
Fosil ikan lapis baja bergigi setajam silet ditemukan di Afrika Selatan. FOTO/ DAILY STAR
A
A
A
CAPE TOWN - Fosil ikan lapis baja sepanjang delapan kaki dengan gigi setajam silet berusia 360 juta tahun ditemukan di Afrika Selatan. Ikan ini diyakini lebih kuat dari hiu purba Megalodon.
BACA JUGA - CSIRO Temukan Kuburan Hiu Purba Megalodon di Samudera Hindia
Makhluk dengan baju besi di bagian luar tubuh memiliki beberapa pasang duri sirip yang memisahkannya dari ikan berahang hidup seperti hiu dan pari bertulang rawan. Tim paleontologi juga menemukan sekitar 20 gigi dari spesies baru bernama Fanjingshania.
''Penemuan ini memungkinkan ilmuwan untuk menentukan bahwa mereka hanya bisa berasal dari ikan dengan rahang melengkung yang mirip dengan hiu modern. “Ini adalah ikan berahang tertua dengan anatomi yang diketahui,” Dr Robert Gess peneliti Rhodes Unibversity di Afrika Selatan, seperti dilansir Daily Start, Kamis (23/2/2023).
Fanjingshania memiliki beberapa ciri yang berbeda dari vertebrata mana pun, khususnya pelat gelang bahu dermal yang menyatu sebagai satu unit dengan sejumlah duri di dada, prepektoral, dan prepelvis.
Duri sirip makhluk itu adalah salah satu temuan terbesar, karena fitur tersebut membantu para ilmuwan menentukan posisi spesies baru dalam pohon evolusi vertebrata awal.
Tim juga menentukan fosil tulang Fanjingshania mengungkapkan resorpsi (penyerapan sel atau jaringan ke dalam sistem peredaran darah) dan remodeling yang biasanya terkait dengan perkembangan kerangka pada ikan bertulang, termasuk manusia.
BACA JUGA - CSIRO Temukan Kuburan Hiu Purba Megalodon di Samudera Hindia
Makhluk dengan baju besi di bagian luar tubuh memiliki beberapa pasang duri sirip yang memisahkannya dari ikan berahang hidup seperti hiu dan pari bertulang rawan. Tim paleontologi juga menemukan sekitar 20 gigi dari spesies baru bernama Fanjingshania.
''Penemuan ini memungkinkan ilmuwan untuk menentukan bahwa mereka hanya bisa berasal dari ikan dengan rahang melengkung yang mirip dengan hiu modern. “Ini adalah ikan berahang tertua dengan anatomi yang diketahui,” Dr Robert Gess peneliti Rhodes Unibversity di Afrika Selatan, seperti dilansir Daily Start, Kamis (23/2/2023).
Fanjingshania memiliki beberapa ciri yang berbeda dari vertebrata mana pun, khususnya pelat gelang bahu dermal yang menyatu sebagai satu unit dengan sejumlah duri di dada, prepektoral, dan prepelvis.
Duri sirip makhluk itu adalah salah satu temuan terbesar, karena fitur tersebut membantu para ilmuwan menentukan posisi spesies baru dalam pohon evolusi vertebrata awal.
Tim juga menentukan fosil tulang Fanjingshania mengungkapkan resorpsi (penyerapan sel atau jaringan ke dalam sistem peredaran darah) dan remodeling yang biasanya terkait dengan perkembangan kerangka pada ikan bertulang, termasuk manusia.
Lihat Juga :