Vladimir Putin Sebut AS Paksa Rusia Gunakan Bom Nuklir

Kamis, 23 Februari 2023 - 08:06 WIB
loading...
Vladimir Putin Sebut...
Rusia telah melakukan apa saja untuk menghindari perang, tetapi AS paksa Rusia gunakan senjata nuklir. FOTO/ DOK REUTERS
A A A
MOSCOW - Meskipun Rusia memiliki beragam senjata nuklir, namun Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan tak akan menggunakannya. Putin menuduh Barat telah memelopori perang global untuk menghancurkan Rusia.

BACA JUGA - Rusia Mulai Panaskan Mesin Pyotr Veliky, Kapal Perang Bersenjata Nuklir

Sehari setelah kunjungan kejutan Presiden AS Joe Biden ke Ukraina, Presiden Putin mengumumkan Rusia akan membatalkan perjanjian pengendalian senjata nuklir dengan Amerika Serikat yang ditandatangani pada 2010.

Ia mengatakan Rusia tidak sepenuhnya menarik diri dari perjanjian itu, serta menekankan negaranya bukan yang akan "menyerang pertama" dengan senjata nuklir.

Tapi ia menegaskan sudah menginstruksikan badan otoritas nuklir di Rusia untuk memastikan negaranya siap untuk menguji senjata nuklir jika diperlukan.

"Tentu saja kami tidak akan jadi negara pertama yang melakukannya. Tapi jika AS melakukan tes nuklir, AS paksa dan kami juga akan melakukannya," kata Putin dalam pidato tahunannya seperti dilansir ABC News, Kamis (23/2/2023).

Soal perang Ukraina, ia kembali memberikan pembenarannya, dengan mengatakan pasukan Rusia membela kepentingan rakyatnya di Donbas dan "memusnahkan ancaman neo-Nazi".

Dia mengatakan Rusia telah melakukan apa saja untuk menghindari perang, tetapi Ukraina yang didukung Barat sudah berencana menyerang Krimea yang dikuasai Rusia, yang dianeksasi oleh Rusia pada tahun 2014.

Vladimir Putin telah mengerahkan Armada Utara Rusia dengan senjata nuklir taktis untuk pertama kalinya sejak era Soviet dan mengirim pembom nuklir dalam penerbangan yang berlangsung lebih dari tujuh jam.

Kapal Pyotr Velikiy hanya salah satu dari empat kapal yang mirip dari kelasnya yang pernah muncul dalambeberapa dekade terakhir. Sekarang, Moskow menghidupkan kembali kapal itu dengan “adik-adik”-nya, termasuk kapal Laksamana Nakhimov.

Selama Perang Dingin, Rusia membangun empat kapal perang raksasa dengan panjang 252 meter dan berat 28 ribu ton. Kapal Pyotr Velikiy telahmenjadi ancaman bagi armada kapal induk Angkatan Laut AS.

Dengan runtuhnya Uni Soviet, Rusia mengeluarkan dana besar untuk membiayai perawatan kapal-kapal perang terbesar itu.

Kapal Laksamana Nakhimov yang dilengkapi rudal nuklir sedang mengalami modernisasi di pelabuhan Severodvinsk. Kapal Nakhimov pertama memasuki layanan pada tahun 1988, tetapi telah berkarat di dermaga selama 15 tahun terakhir.

Namun, media Rusia melaporkan bahwa,kapal itu akan kembali beroperasi pada akhir tahun depan dengan senjata baru yang mematikan.

Untuk mengakomodasi rudal-rudal tersebut, Rusia berencana untuk merombak sistem peluncuran vertikal kapal. Menurut catatan Navyrecognation.com, kontrak untuk perombakan itu saja nilainya 2,56 miliar rubel, atau sekitar USD33,5 juta.

Kremlin belum secara resmi mengkonfirmasi penghidupan kapal-kapal perang terbesarnya itu. Belum jelas, apa tujuan Rusia mengaktifkan kembali kapal-kapal bertenaga nukir tersebut.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Rekomendasi
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
Sepak Pojok Jadi Mimpi...
Sepak Pojok Jadi Mimpi Buruk! Aljazair Comeback Dramatis, Yordania Tersingkir
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Berita Terkini
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved