Kecerdasan Buatan Bikin Iklan Lebih Akurat dan Tepat Sasaran, Caranya?
Selasa, 14 Februari 2023 - 17:14 WIB
loading...
FreakOut dewina Indonesia mencoba memberikan solusi baru dalam beriklan secara digital. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan ternyata sangat efisien dalam menjadikan iklan lebih tepat sasaran.
Hal tersebut terungkap dalam seminar bertajuk The Rise of the Machine: Revolutionizing A.I. in Advertising pada Senin (13/2) di CGV Pasific Place, Jakarta.
CEO FreakOut dewina Indonesia sebagai salah satu perusahaan bidang marketing dari Jepang Koma Okubo mengatakan, memanfaatkan AI dan pembelajaran mesin (machine learning), pihaknya menawarkan teknologi bernama GP.
GP dapat menganalisis, menargetkan, dan menayangkan iklan secara akurat kepada audiens yang sangat relevan dalam video YouTube.
“Teknologi kami menganalisis setiap aspek konten video, memungkinkan merek menentukan kata kunci, tindakan, dan variabel lain untuk menjangkau konten dan pemirsa yang paling relevan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa teknologi GP mampu memahami dialog konten yang berpotensi merusak citra merek dan menghapusnya. Sehingga menghasilkan kesadaran yang lebih baik, lebih banyak kesesuaian merek, dan lebih banyak keterlibatan konsumen dari kampanye di YouTube.
“Pemahaman GP yang lebih canggih tentang sinyal kontekstual dalam video melampaui tindakan tradisional dalam mendeteksi konten yang tidak diinginkan," ujar Koma.
Hal tersebut terungkap dalam seminar bertajuk The Rise of the Machine: Revolutionizing A.I. in Advertising pada Senin (13/2) di CGV Pasific Place, Jakarta.
CEO FreakOut dewina Indonesia sebagai salah satu perusahaan bidang marketing dari Jepang Koma Okubo mengatakan, memanfaatkan AI dan pembelajaran mesin (machine learning), pihaknya menawarkan teknologi bernama GP.
GP dapat menganalisis, menargetkan, dan menayangkan iklan secara akurat kepada audiens yang sangat relevan dalam video YouTube.
“Teknologi kami menganalisis setiap aspek konten video, memungkinkan merek menentukan kata kunci, tindakan, dan variabel lain untuk menjangkau konten dan pemirsa yang paling relevan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa teknologi GP mampu memahami dialog konten yang berpotensi merusak citra merek dan menghapusnya. Sehingga menghasilkan kesadaran yang lebih baik, lebih banyak kesesuaian merek, dan lebih banyak keterlibatan konsumen dari kampanye di YouTube.
“Pemahaman GP yang lebih canggih tentang sinyal kontekstual dalam video melampaui tindakan tradisional dalam mendeteksi konten yang tidak diinginkan," ujar Koma.
Lihat Juga :