Penemuan Ruang Pembalseman Bawah Tanah, Ungkap Proses Rumit Membuat Mumi
Kamis, 02 Februari 2023 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Di antaranya damar dari pohon elemi (Canarium luzonicum), yang asli Filipina, damar dari Pistacia, genus tumbuhan berbunga dalam keluarga jambu mete yang tumbuh di sebagian Afrika dan Eurasia. Ditemukan juga lilin lebah.
Tata letak fasilitas yang digunakan juga mengungkapkan ketelitian dalam proses pembalsem. “Satu ruangan digunakan untuk membersihkan jenazah dan ruangan lainnya untuk penyimpanan (dan untuk pembalseman yang sebenarnya),” kata Susanne Beck, arkeolog Departemen Egiptologi di Universitas Tübingen di Jerman dikutip dari Live Science, Kamis (2/2/2023).
Setelah pemeriksaan lebih dekat, para peneliti menemukan bahwa pembuluh darah tertentu diberi label dengan instruksi pembalseman seperti "memakai kepala" atau "membalut/membalsem dengan itu". Sementara yang lain mencantumkan nama zat berbeda yang ditemukan di dalamnya.
Baca juga; Misteri Mumi Wanita Hamil, Janin yang Dikandung Tetap Awet Setelah 2.000 Tahun
“Kami dapat mengidentifikasi susunan kimia yang sebenarnya dari setiap zat. Seringkali bejana pembalseman menjadi terkontaminasi dari waktu ke waktu, tetapi dalam kasus ini tidak. Banyak bejana dalam kasus ini dalam kondisi baik,” kata Philipp Stockhammer, profesor di Departemen Arkeogenetik di Universitas Ludwig Maximilian Munich.
Tata letak fasilitas yang digunakan juga mengungkapkan ketelitian dalam proses pembalsem. “Satu ruangan digunakan untuk membersihkan jenazah dan ruangan lainnya untuk penyimpanan (dan untuk pembalseman yang sebenarnya),” kata Susanne Beck, arkeolog Departemen Egiptologi di Universitas Tübingen di Jerman dikutip dari Live Science, Kamis (2/2/2023).
Setelah pemeriksaan lebih dekat, para peneliti menemukan bahwa pembuluh darah tertentu diberi label dengan instruksi pembalseman seperti "memakai kepala" atau "membalut/membalsem dengan itu". Sementara yang lain mencantumkan nama zat berbeda yang ditemukan di dalamnya.
Baca juga; Misteri Mumi Wanita Hamil, Janin yang Dikandung Tetap Awet Setelah 2.000 Tahun
“Kami dapat mengidentifikasi susunan kimia yang sebenarnya dari setiap zat. Seringkali bejana pembalseman menjadi terkontaminasi dari waktu ke waktu, tetapi dalam kasus ini tidak. Banyak bejana dalam kasus ini dalam kondisi baik,” kata Philipp Stockhammer, profesor di Departemen Arkeogenetik di Universitas Ludwig Maximilian Munich.
Lihat Juga :