S-400 Rudal Rusia yang Paling Ditakuti NATO Jika Perang Dunia III Meletus

Rabu, 01 Februari 2023 - 13:00 WIB
loading...
A A A
“Perbedaan utama antara S-400 dan pesaingnya dalam menghadapi American Patriot PAK 3 justru pada kemampuannya untuk bekerja pada semua target udara

"Amerika diasah untuk hanya menghancurkan rudal, dan sistem THAAD bekerja di pesawat mereka. Selain itu, dalam hal karakteristik teknis, masing-masing setara dengan sistem pertahanan udara S-300 Rusia generasi sebelumnya, ” ujar Alexander Khramchikhin, petugas kontrol tempur S-300P cadangan dan wakil direktur Institut Politik dan Militer Analisis, kata RT China.

Menurutnya, Patriot hanya bekerja pada target pada arah yang telah ditentukan pada sudut 180 derajat. Dan S-400 Rusia "terlihat" 360 derajat.

Selain itu, dibutuhkan setengah jam bagi awak sistem Patriot untuk mengerahkan sistem pertahanan rudal mereka di darat. Sederhananya, kali ini cukup untuk menghancurkan semua target dan memenangkan pertempuran. Pada saat yang sama, dibutuhkan kurang dari lima menit bagi kru S-400 untuk mengerahkan sistem ke posisi tempur di darat.

“Patriot versi domestik (semua impor sistem pertahanan udara dan rudal ke pasar luar negeri datang dengan karakteristik yang lebih rendah dibandingkan dengan pasar domestik) memiliki jangkauan maksimum 180 kilometer. Ini bahkan lebih kecil dari versi ekspor S-400. Di sini, sekali lagi, kompleks domestik menang, ”tambah Khramchikhin.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Rekomendasi
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Saat Banyak Kreator...
Saat Banyak Kreator Bersaing Ketat, Refa Ardhi Justru Torehkan Pencapaian Besar
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved