Tomat dan Ikan Jadi Booster Astronot, Terbukti Kurangi Paparan Radiasi Luar Angkasa
Selasa, 31 Januari 2023 - 20:36 WIB
loading...
Astronot NASA Scott Kelly (kanan) dan Kjell Lindgren (tengah) bersama Kimiya Yui dari JAXA mengemil selada romaine merah yang baru dipanen sebagai bagian dari percobaan. Foto/NASA TV/SPACE
A
A
A
HOUSTON - Pola makan atau diet khusus dengan menambahkan ikan, tomat , dan buah-buahan, terbukti dapat meningkatkan kesehatan astronot . Dari simulasi yang dilakukan selama 45 hari, diet makanan ini mampu mengatasi paparan radiasi dan efek gayaberat mikro yang berkepanjangan.
Diet untuk para astronot yang tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dirancang untuk menyediakan makanan yang bergizi lengkap. Pola makan ditingkatkan dengan porsi yang lebih banyak, variasi buah dan sayuran yang lebih banyak, serta lebih banyak ikan.
Termasuk makanan kaya tomat dan ransum lain yang kaya akan nutrisi penting seperti flavonoid dan asam lemak omega-3. Para peneliti menyelidiki efek berbeda dari diet yang ditingkatkan ini pada enam astronot wanita dan 10 astronot pria di ISS dan luar angkasa.
Baca juga; Menyiapkan Makanan Astronot, Dari Makanan Kering sampai Tanam Lobak di Luar Angkasa
Ke-16 orang ini masing-masing makan salah satu pola diet dan yang lain mengambil bagian dalam misi 45 hari di ruang tertutup berbasis Bumi yang dirancang mirip lingkungan ruang angkasa. Para ilmuwan menemukan bahwa sukarelawan dengan pola makan yang ditingkatkan memiliki kadar kolesterol dan hormon stres kortisol yang lebih rendah.
Mereka juga tampil lebih baik dalam hal kecepatan, ketepatan, dan perhatian pada permainan video sederhana yang dirancang untuk menguji kinerja mental mereka. Selain itu, mikrobioma usus, mikroba yang secara alami hidup di saluran pencernaan, tetap lebih beragam dan kaya, pertanda kesehatan yang baik.
“Kami menunjukkan manfaat terkait diet ini dalam waktu kurang dari 45 hari, yang menunjukkan betapa pentingnya diet bagi kesehatan dan kinerja astronot. Apalagi astronot harus tampil pada tingkat kognitif dan fisik yang sangat tinggi,” kata Grace Douglas, ilmuwan makanan di Johnson Space Center NASA di Houston, kepada Space.com, Selasa (31/1/2023).
Diet untuk para astronot yang tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dirancang untuk menyediakan makanan yang bergizi lengkap. Pola makan ditingkatkan dengan porsi yang lebih banyak, variasi buah dan sayuran yang lebih banyak, serta lebih banyak ikan.
Termasuk makanan kaya tomat dan ransum lain yang kaya akan nutrisi penting seperti flavonoid dan asam lemak omega-3. Para peneliti menyelidiki efek berbeda dari diet yang ditingkatkan ini pada enam astronot wanita dan 10 astronot pria di ISS dan luar angkasa.
Baca juga; Menyiapkan Makanan Astronot, Dari Makanan Kering sampai Tanam Lobak di Luar Angkasa
Ke-16 orang ini masing-masing makan salah satu pola diet dan yang lain mengambil bagian dalam misi 45 hari di ruang tertutup berbasis Bumi yang dirancang mirip lingkungan ruang angkasa. Para ilmuwan menemukan bahwa sukarelawan dengan pola makan yang ditingkatkan memiliki kadar kolesterol dan hormon stres kortisol yang lebih rendah.
Mereka juga tampil lebih baik dalam hal kecepatan, ketepatan, dan perhatian pada permainan video sederhana yang dirancang untuk menguji kinerja mental mereka. Selain itu, mikrobioma usus, mikroba yang secara alami hidup di saluran pencernaan, tetap lebih beragam dan kaya, pertanda kesehatan yang baik.
“Kami menunjukkan manfaat terkait diet ini dalam waktu kurang dari 45 hari, yang menunjukkan betapa pentingnya diet bagi kesehatan dan kinerja astronot. Apalagi astronot harus tampil pada tingkat kognitif dan fisik yang sangat tinggi,” kata Grace Douglas, ilmuwan makanan di Johnson Space Center NASA di Houston, kepada Space.com, Selasa (31/1/2023).
Lihat Juga :