Hacker Sukses Curi Data 1,5 Juta Nama yang Dilarang Terbang Terkait Terorisme
Minggu, 22 Januari 2023 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga : Banyak Manfaatnya, Ini Ternyata Fungsi Chip di Plat Nomor Kendaraan
Commute Air mengonfirmasi keabsahan database yang direstas itu. Mereka mengatakan kondisi tersebut sebagai kesalahan konfigurasi serves.
Maskapai tersebut mengatakan telah mengambil server offline dan melaporkan paparan data ke Badan Keamanan Cybersecurity dan Infrastruktur.
“Pereatas mengakses file termasuk daftar larangan terbang federal versi 2019 yang kedaluwarsa yang menyertakan nama depan dan belakang serta tanggal lahir,” kata Commute Air dikutip. “Selain itu, melalui informasi yang ditemukan di server, dia menemukan akses ke database yang berisi informasi identitas pribadi karyawan Commute Air,” tambah perwakilan Commute Air.
Commute Air mengonfirmasi keabsahan database yang direstas itu. Mereka mengatakan kondisi tersebut sebagai kesalahan konfigurasi serves.
Maskapai tersebut mengatakan telah mengambil server offline dan melaporkan paparan data ke Badan Keamanan Cybersecurity dan Infrastruktur.
“Pereatas mengakses file termasuk daftar larangan terbang federal versi 2019 yang kedaluwarsa yang menyertakan nama depan dan belakang serta tanggal lahir,” kata Commute Air dikutip. “Selain itu, melalui informasi yang ditemukan di server, dia menemukan akses ke database yang berisi informasi identitas pribadi karyawan Commute Air,” tambah perwakilan Commute Air.
(wsb)
Lihat Juga :