Kenya Gaungkan Perang Terhadap Burung Quelea Paruh Merah
Jum'at, 20 Januari 2023 - 19:02 WIB
loading...
A
A
A
Namun, kata para peneliti, bahan kimia itu berbahaya bagi manusia dan organisme lain.
"Dengan demikian, semprotan Fenthion dapat secara tidak sengaja melukai atau membunuh hewan lain, dengan efek buruk yang mempengaruhi organisme non-target," kata mereka.
Manajer spesies dan lokasi di Nature Kenya, Paul Gacheru, mengatakan metode yang digunakan untuk mengendalikan spesies burung quelea harus dikomunikasikan dengan jelas oleh pemerintah.
Hal ini karena penggunaan avicide (pembunuh burung) tanpa target tertentu dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan dan kematian burung dan hewan lainnya.
Dengan perkiraan populasi burung berkembang biak di Afrika sebesar 1,5 miliar, ahli burung mengatakan, tidak ada cukup burung pemangsa untuk memusnahkan koloni spesies quela atau solusi ramah lingkungan yang terjamin.
"Dengan demikian, semprotan Fenthion dapat secara tidak sengaja melukai atau membunuh hewan lain, dengan efek buruk yang mempengaruhi organisme non-target," kata mereka.
Manajer spesies dan lokasi di Nature Kenya, Paul Gacheru, mengatakan metode yang digunakan untuk mengendalikan spesies burung quelea harus dikomunikasikan dengan jelas oleh pemerintah.
Hal ini karena penggunaan avicide (pembunuh burung) tanpa target tertentu dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan dan kematian burung dan hewan lainnya.
Dengan perkiraan populasi burung berkembang biak di Afrika sebesar 1,5 miliar, ahli burung mengatakan, tidak ada cukup burung pemangsa untuk memusnahkan koloni spesies quela atau solusi ramah lingkungan yang terjamin.
(wbs)
Lihat Juga :