Data Pengguna Sering Disalah Gunakan, Australia ingin TikTok Angkat Kaki
Senin, 13 Juli 2020 - 20:56 WIB
aplikasi TikTok. FOTO/ IST
MELBOURNE - Di masa pandemi seperti saat ini yang memaksa banyak orang untuk tetap di rumah, aplikasi TikTok menjadi pilihan untuk tetap terhubung dengan orang lain.
Namun, kabar terbaru menyebutkan bahwa aplikasi di bawah naungan ByteDance itu memberikan data penggunanya ke Partai Komunis China.
Pekan kemarin, media massa Australia, Herald Sun, melaporkan, seorang anggota parlemen federal yang tidak disebutkan namanya, mendorong agar aplikasi yang bermarkas di Beijing, China, itu dilarang dari Negeri Kangguru.
Kemudian, Senator Liberal, Jim Molan, mengatakan, TikTok sedang disalahgunakan oleh pemerintah China. Sementara itu, Senator dari Partai Buruh, Jenny McAllister, meminta perwakilan TikTok untuk bertemu dengan Select Committee on Foreign Interference Through Social Media.
Namun, kabar terbaru menyebutkan bahwa aplikasi di bawah naungan ByteDance itu memberikan data penggunanya ke Partai Komunis China.
Pekan kemarin, media massa Australia, Herald Sun, melaporkan, seorang anggota parlemen federal yang tidak disebutkan namanya, mendorong agar aplikasi yang bermarkas di Beijing, China, itu dilarang dari Negeri Kangguru.
Kemudian, Senator Liberal, Jim Molan, mengatakan, TikTok sedang disalahgunakan oleh pemerintah China. Sementara itu, Senator dari Partai Buruh, Jenny McAllister, meminta perwakilan TikTok untuk bertemu dengan Select Committee on Foreign Interference Through Social Media.
Lihat Juga :