Bumi Mencapai Titik Terdekat dengan Matahari, Berpotensi Dihantam Badai Geomagnetik
Kamis, 05 Januari 2023 - 22:42 WIB
Namun, perkawinan titik balik matahari dan perihelion ini hanyalah sebuah kebetulan. Sebab, titik balik matahari adalah tentang kemiringan Bumi ke arah atau menjauh dari matahari, sedangkan perihelion adalah tentang jarak fisik Bumi dari matahari.
Waktu terjadinya perihelion yang sebenarnya selalu bergeser, berubah sekitar dua hari setiap abad karena keanehan kecil di orbit Bumi. Pada tahun 1246, perihelion dan titik balik matahari musim dingin benar-benar terjadi pada hari yang sama.
“Ribuan tahun dari sekarang, pada tahun 6430, perihelion akan berbaris sempurna dengan ekuinoks musim semi pada 20 Maret,” keterangan laman Space, Kamis (5/1/2023).
Tahun ini ketika Bumi berada pada titik terdekat dengan matahari, diketahui bersamaan dengan badai geomagnetik kelas G1 kecil yang akan menghantam Bumi. Pada tanggal 4 dan 5 Januari 2023, gumpalan partikel matahari yang bergerak lambat disebut coronal mass ejection (CME) akan menghantam medan magnet bumi.
Baca juga; Wahana Antariksa NASA Cetak Rekor Jarak Terdekat dari Matahari
Waktu terjadinya perihelion yang sebenarnya selalu bergeser, berubah sekitar dua hari setiap abad karena keanehan kecil di orbit Bumi. Pada tahun 1246, perihelion dan titik balik matahari musim dingin benar-benar terjadi pada hari yang sama.
“Ribuan tahun dari sekarang, pada tahun 6430, perihelion akan berbaris sempurna dengan ekuinoks musim semi pada 20 Maret,” keterangan laman Space, Kamis (5/1/2023).
Tahun ini ketika Bumi berada pada titik terdekat dengan matahari, diketahui bersamaan dengan badai geomagnetik kelas G1 kecil yang akan menghantam Bumi. Pada tanggal 4 dan 5 Januari 2023, gumpalan partikel matahari yang bergerak lambat disebut coronal mass ejection (CME) akan menghantam medan magnet bumi.
Baca juga; Wahana Antariksa NASA Cetak Rekor Jarak Terdekat dari Matahari
Lihat Juga :