Hati-hati Sindrom Harapan Palsu di Resolusi Tahun Baru

Minggu, 01 Januari 2023 - 12:30 WIB
Resolusi tahun baru 2023 merupakan hal yang paling sering dilakukan oleh banyak orang hari ini. Foto/IST
JAKARTA - Ilmuwan mengungkap adanya sindrom harapan palsu yang membuat banyak resolusi tahun baru tidak pernah terealisasi sama sekali. Sindrom harapan palsu atau false hope syndrome diyakini merupakan penyebab utama mengapa banyak orang justru sama sekali tidak mampu mewujudkan resolusi-resolusi yang mereka tetapkan saat penggantian tahun baru.

"Riset menunjukkan lebih dari setengah orangdewasa membuat resolusi tahun baru namun hanya 10 persen saja yang bisa mempertahankannya hingga beberapa bulan," ungkap Mark Griffiths, Professor of Behavioural Addiction dari Nottingham Trent University.



Sindrom harapan palsu membuat banyak orang menetapkan resolusi yang tidak realistis. Resolusi-resolusi tersebut sama sekali tidak disesuaikan dengan kemampuan orang tersebut dalam mewujudkan keinginan-keinginan mereka. Apalagi resolusi tahun baru yang mereka tetapkan terlalu banyak.

Baca juga : Motor Listrik Charged Kini Bisa Dibawa Pulang tanpa Langganan



Padahal hal itu menurut Mark Griffiths merupakan ciri-ciri dari sindrom harapan palsu. Resolusi yang mereka buat sangat tidak realistis dengan konsekwensi yang harus dilakukan oleh pembuat resolusi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!