Picu Kekerasan dan Kerusuhan, Yordania Blokir TikTok

Minggu, 18 Desember 2022 - 23:14 WIB
Alasannya penyalahgunaan dan kegagalan menangani publikasi yang memicu kekerasan dan kekacauan.

Protes sendiri telah mereda kemarin tetapi demo masih berlanjut hingga saat ini.

Sementara itu, penguasa Yordania, Raja Abdullah II bersumpah akan 'menangani perusuh dengan tegas'.

"Kami tidak akan mentolerir kekerasan terhadap personel keamanan kami yang bekerja siang dan malam untuk melindungi Yordania dan rakyatnya," kata Raja Abdullah dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Kerajaan.

Pihak berwenang tidak mengatakan berapa lama larangan TikTok akan diberlakukan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!