Browser Android Ini Mampu Jebol Keamanan Data Pengguna
Jum'at, 16 Desember 2022 - 21:09 WIB
Aplikasi berisiko dapat mengalihkan data selama lima hari, termasuk data negara, alamat inisiasi langsung, alamat tujuan pengalihan, serta semuanya yang disajikan oleh ID pengguna bocor, melansir dari Techradar, Jumat (16/12/2022).
Wartawan senior Cybernews Vilius Petkauskas, menjelaskan bahwa meskipun sebenarnya data ini tidak cukup untuk membuat kerugian kepada pengguna.
Namun jika dikombinasikan dengan data tambahan maka akan berbahaya. Aplikasi ini juga ditemukan dalam bentuk hardcoding, termasuk kunci yang terkait.
Dengan riwayat penjelajahan sebagian pengguna yang dianonimkan, pengidentifikasi publik yang unik, dan pengaktif komunikasi lintas-server.
“Jika pelaku ancaman dapat menghapus anonimitas pengguna aplikasi, mereka akan dapat memeriksa banyak informasi tentang riwayat penjelajahan untuk pengguna tertentu dan menggunakannya untuk pemerasan,” catat CyberNews.
Wartawan senior Cybernews Vilius Petkauskas, menjelaskan bahwa meskipun sebenarnya data ini tidak cukup untuk membuat kerugian kepada pengguna.
Namun jika dikombinasikan dengan data tambahan maka akan berbahaya. Aplikasi ini juga ditemukan dalam bentuk hardcoding, termasuk kunci yang terkait.
Dengan riwayat penjelajahan sebagian pengguna yang dianonimkan, pengidentifikasi publik yang unik, dan pengaktif komunikasi lintas-server.
“Jika pelaku ancaman dapat menghapus anonimitas pengguna aplikasi, mereka akan dapat memeriksa banyak informasi tentang riwayat penjelajahan untuk pengguna tertentu dan menggunakannya untuk pemerasan,” catat CyberNews.
Lihat Juga :