Ahli Tegaskan Jejak Keberadaan Harimau Jawa Tak Bisa Disanggah
Minggu, 11 Desember 2022 - 21:29 WIB
''Kami lihat kalau dari video itu kelihatannya jantan, masih anak remaja,'' kata dia.
Mamat sudah bertugas di belantara Ujung Kulon sejak 1998 dan kerap mendapat laporan tentang keberadaan lodaya, sebutan dalam bahasa Sunda untuk Harimau Jawa.
Mamat penasaran. Akhirnya diputuskan, bulan lalu video trap mulai ditanam di perbukitan Gunung Payung, Ujung Kulon. Hasilnya, kata Mamat, yang paling banyak terekam adalah rusa, kijang, kancil, dan babi hutan.
Dia menambahkan, saat itu hujan masih turun di Ujung Kulon. ''Berbeda dengan sekarang. Kondisi sekarang kemarau, maka mangsa turun ke bawah mencari sumber air di padang penggembalaan. Ini logika kenapa predator tersebut ada di sana, mengikuti pergerakan dari mangsanya,'' kata dia.
Agustus ini, genap dua puluh tahun Didik Raharyono mendanai riset sendiri dengan topik harimau Jawa. Sebab dalam pandangan ilmiah, klaim punah itu lemah dalam metodenya.
Mamat sudah bertugas di belantara Ujung Kulon sejak 1998 dan kerap mendapat laporan tentang keberadaan lodaya, sebutan dalam bahasa Sunda untuk Harimau Jawa.
Mamat penasaran. Akhirnya diputuskan, bulan lalu video trap mulai ditanam di perbukitan Gunung Payung, Ujung Kulon. Hasilnya, kata Mamat, yang paling banyak terekam adalah rusa, kijang, kancil, dan babi hutan.
Dia menambahkan, saat itu hujan masih turun di Ujung Kulon. ''Berbeda dengan sekarang. Kondisi sekarang kemarau, maka mangsa turun ke bawah mencari sumber air di padang penggembalaan. Ini logika kenapa predator tersebut ada di sana, mengikuti pergerakan dari mangsanya,'' kata dia.
Agustus ini, genap dua puluh tahun Didik Raharyono mendanai riset sendiri dengan topik harimau Jawa. Sebab dalam pandangan ilmiah, klaim punah itu lemah dalam metodenya.
Lihat Juga :