Catat Penjualan 20 Juta Kulkas, Sharp Indonesia Makin Sayang Karyawan
Rabu, 08 Juli 2020 - 21:19 WIB
Dalam kurun waktu tiga bulan, perusahaan berhasil melalui rintangan dengan kembali menunjukan peningkatan produksi hingga 40%. Pertumbuhan ini seiring dengan meningkatnya permintaan pasar yang berujung pada kenaikkan penjualan.
“Sharp menghadapi tantangan sejak awal Maret lalu hingga pertengahan April, dimana perusahaan masih berusaha untuk beradaptasi dengan keadaan baru. Beruntungnya, produk-produk unggulan kami seperti Air Purifier mendulang performa positif pada akhir April 2020," ungkap Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka dalam Sharp Web Conference, Rabu (8/7/2020).
Beruntungnya, lanjut dia, produk-produk unggulan Sharp seperti Air Purifier mendulang performa positif pada akhir April 2020. "Kami dapat bertahan hingga mampu menghindari pemangkasan jumlah karyawan, Kami akan berusaha semampu kami untuk menjadikan hal tersebut menjadi pilihan paling akhir. Kesejahteraan karyawan menjadi prioritas kami, kami peduli dengan para karyawan,” katanya menegaskan.
Hal ini tidak terlepas dari kinerja efisien dari sektor operasional dan penjualan perusahaan. Sebab, kendati pegawai yang datang ke pabrik Sharp Indonesia berkurang dengan diterapkannya Work From Home (WFH), namun dapat dimaksimalkan dengan pembagian tugas yang efektif dan efisien. Begitu pula dengan kendala penutupan pertokoan dan pusat perbelanjaan yang mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat yang berdampak pada penjualan dapat diatasi melalui strategi penjualan online.
“Sharp menghadapi tantangan sejak awal Maret lalu hingga pertengahan April, dimana perusahaan masih berusaha untuk beradaptasi dengan keadaan baru. Beruntungnya, produk-produk unggulan kami seperti Air Purifier mendulang performa positif pada akhir April 2020," ungkap Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka dalam Sharp Web Conference, Rabu (8/7/2020).
Beruntungnya, lanjut dia, produk-produk unggulan Sharp seperti Air Purifier mendulang performa positif pada akhir April 2020. "Kami dapat bertahan hingga mampu menghindari pemangkasan jumlah karyawan, Kami akan berusaha semampu kami untuk menjadikan hal tersebut menjadi pilihan paling akhir. Kesejahteraan karyawan menjadi prioritas kami, kami peduli dengan para karyawan,” katanya menegaskan.
Hal ini tidak terlepas dari kinerja efisien dari sektor operasional dan penjualan perusahaan. Sebab, kendati pegawai yang datang ke pabrik Sharp Indonesia berkurang dengan diterapkannya Work From Home (WFH), namun dapat dimaksimalkan dengan pembagian tugas yang efektif dan efisien. Begitu pula dengan kendala penutupan pertokoan dan pusat perbelanjaan yang mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat yang berdampak pada penjualan dapat diatasi melalui strategi penjualan online.
Lihat Juga :