Jadi Perdebatan, Ilmuwan Selidiki Patung Yunani Kuno Pegang Laptop
Minggu, 13 November 2022 - 17:29 WIB
Sebuah patung Yunani kuno memegang Laptop mengundang perdebatan. FOTO/ IST
KAIRO - Sebuah patung Yunani kuno menggunakan laptop dengan port USB mengundang perhatian arkeolog. Pasalnya di zaman itu, keberadaan laptop pastilah sangat mustahil.
Patung, yang dikenal sebagai “Kuburan Naiskos Wanita Bertahta dengan Seorang Pelayan”, dipajang di J. Paul Getty Museum di Malibu, California, dan digunakan sebagai penanda pemakaman pada 100 SM.
BACA JUGA - Artefak Indonesia yang Dipamerkan di Luar Negeri
Di patung tersebut, yang tingginya lebih dari 37 inci, seorang wanita terlihat duduk di kursi seperti singgasana ketika seorang pelayan muda membuka sebuah kotak tipis untuk diperiksa.
Menurut sebuah video di saluran YouTube konspirasi, Still Speaking Out, ada anggapan bahwa alasnya terlalu dangkal untuk menjadi kotak perhiasan. “Ini menggambarkan objek menakjubkan yang memiliki kemiripan yang mencolok dengan laptop modern atau perangkat genggam,” klaim video tersebut.
“Ketika saya melihat patung itu, saya tidak bisa tidak memikirkan Oracle of Delphi, yang seharusnya memungkinkan para pendeta untuk terhubung dengan para dewa untuk mengambil informasi lanjutan.”
Patung, yang dikenal sebagai “Kuburan Naiskos Wanita Bertahta dengan Seorang Pelayan”, dipajang di J. Paul Getty Museum di Malibu, California, dan digunakan sebagai penanda pemakaman pada 100 SM.
BACA JUGA - Artefak Indonesia yang Dipamerkan di Luar Negeri
Di patung tersebut, yang tingginya lebih dari 37 inci, seorang wanita terlihat duduk di kursi seperti singgasana ketika seorang pelayan muda membuka sebuah kotak tipis untuk diperiksa.
Menurut sebuah video di saluran YouTube konspirasi, Still Speaking Out, ada anggapan bahwa alasnya terlalu dangkal untuk menjadi kotak perhiasan. “Ini menggambarkan objek menakjubkan yang memiliki kemiripan yang mencolok dengan laptop modern atau perangkat genggam,” klaim video tersebut.
“Ketika saya melihat patung itu, saya tidak bisa tidak memikirkan Oracle of Delphi, yang seharusnya memungkinkan para pendeta untuk terhubung dengan para dewa untuk mengambil informasi lanjutan.”
Lihat Juga :