Hadapi Ancaman Rudal Hipersonik dan Balistik, AS Bentuk Komando Sistem Luar Angkasa

Sabtu, 17 September 2022 - 14:43 WIB
Perwakilan dari tiga lembaga akan mengoordinasikan apa yang digambarkan sebagai arsitektur multilayer dari satelit pertahanan rudal di orbit geostasioner Bumi. Setiap lembaga ini diberikan tugas sesuai dengan spesialisasinya. “Musuh kami terus mengembangkan teknologi rudal yang lebih cepat, redup, dan lebih bermanuver,” kata Denaro.

Badan Pertahanan Rudal (MDA) selama beberapa dekade telah bertugas menyebarkan sensor dan pencegat untuk melindungi AS dan sekutunya dari rudal balistik. Angkatan Luar Angkasa (Space Force) ketika didirikan pada Desember 2019 mengambil alih perang Angkatan Udara dalam pengembangan dan pengadaan satelit peringatan rudal geostasioner.

Departemen Pertahanan AS (DoD) atau yang popular disebut Pentagon, dalam Tinjauan Pertahanan Rudal 2019 menambahkan lapisan satelit baru ke dalam campuran dan memutuskan untuk berinvestasi dalam jaringan sensor ruang orbit Bumi yang rendah untuk melacak rudal hipersonik Rusia dan China.

DoD juga menciptakan Badan Pengembangan Luar Angkasa pada tahun 2019 untuk menempatkan jaringan pelacak rudal menggunakan sejumlah besar satelit yang lebih kecil dan lebih murah di orbit yang lebih rendah. SDA bulan depan akan menjadi bagian dari Space Force.

Baca juga; 3 Kendaraan Orbital Rahasia Diluncurkan dari Rudal Balistik Minuteman III, AS Uji Kesiapan Pasukan Nuklir
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!