Data Pelaku Investasi Kripto Rawan Dibobol, Keamanan Ekstra Jadi Harga Mati

Senin, 05 September 2022 - 11:02 WIB
CTO Indodax, William Sutanto mengatakan Indodax menetapkan sistem MFA (Multi Factor Authentication) dan memiliki banyak persyaratan demi proteksi penuh.

“Fokus kami adalah kepada customer. Kami selalu mengawasi sistem kami agar bisa meminimalisir problem terutama terkait peretasan, salah satunya yaitu dengan mengimplementasi fitur MFA untuk mencegah account takeover. MFA merupakan singkatan dari Multi Factor Authentication, yaitu sebuah konsep melindungi akun digital dengan menerapkan 2 atau lebih teknik autentikasi. Akun Indodax, selain diproteksi dengan password juga ditambahkan dengan konfirmasi email, SMS OTP dan Google Authenticator untuk keamanan ekstra,” jelas William dalam keterangan persnya di Jakarta Senin (6/9/2022).

Tidak hanya itu, William pun menambahkan Inventory kripto investor diamankan menggunakan teknologi MPC (multi-party computation) dan TAP (Transaction Authorization Policy) yang kompleks untuk memastikan tidak ada satu orang pun baik internal maupun eksternal yang bisa mengakses aset tersebut tanpa persetujuan dari investor yang bersangkutan.

Sistem dengan teknologi keamanan canggih tersebut kemudian diaudit oleh berbagai lembaga independen hingga Indodax saat ini memegang tiga sertifikasi ISO sekaligus yaitu ISO 9001, ISO 27001, dan ISO 27017. Indodax merupakan satu-satunya perusahaan kripto Indonesia yang memiliki tiga sertifikasi ISO dan merupakan platform aset kripto tertua di Indonesia dengan member terbanyak. Indodax juga semakin terpercaya karena sudah mendapatkan legalitas dari BAPPEBTI.

Melihat tingginya minat investasi kripto, William pun memberikan tips agar dapat bertransaksi kripto dengan aman dan nyaman dan bisa meminimalisir data dan aset agar tidak rentan dibobol.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!