55 Makhluk Laut Misterius Ditemukan di Samudra Pasifik, Sebagian Besar Bentuknya Eksentrik
Rabu, 03 Agustus 2022 - 16:22 WIB
Kumpulan megafauna laut yang misterius jauh dan lusinan makhluk eksentrik ditemukan di dalam Samudra Pasifik. Foto/Live Science/DeepCCZ expedition, Gordon & Betty Moore Foundation & NOAA
LONDON - Kumpulan megafauna laut yang misterius jauh dan lusinan makhluk eksentrik ditemukan di dalam Samudra Pasifik. Ilmuwan dari Natural History Museum (NHM) di London menemukan 55 spesimen yang bersembunyi di tepi barat jurang antara Hawaii dan Meksiko, sekitar 5.000 meter di bawah permukaan laut.
Dari 55 spesimen yang dikumpulkan, 39 mungkin merupakan spesies baru yang belum diketahui sains. Setidaknya ada 7 spesies baru yang sudah dikonfirmasi dan diterbitkan di jurnal ZooKeys pada 18 Juli 2022.
Sementara sisi timur jurang telah dieksplorasi secara teratur, bagian baratnya yang dikenal sebagai Zona Clarion-Clipperton Pasifik mencakup beberapa gunung bawah laut kurang dapat diakses. Karena sebagian besar masih belum dijelajahi, menjadikannya wilayah utama untuk menemukan spesies baru.
“Sekitar 150 tahun yang lalu, ekspedisi Challenger [HMS] menjelajahi daerah ini, tetapi sejauh yang saya tahu, belum banyak penelitian yang dilakukan sejak saat itu. Bagian laut ini hampir tidak tersentuh,” kata Guadalupe Bribiesca-Contreras, ahli biologi NHM di departemen ilmu kehidupan kepada Live Science, Rabu (3/8/2022).
Dari 55 spesimen yang dikumpulkan, 39 mungkin merupakan spesies baru yang belum diketahui sains. Setidaknya ada 7 spesies baru yang sudah dikonfirmasi dan diterbitkan di jurnal ZooKeys pada 18 Juli 2022.
Sementara sisi timur jurang telah dieksplorasi secara teratur, bagian baratnya yang dikenal sebagai Zona Clarion-Clipperton Pasifik mencakup beberapa gunung bawah laut kurang dapat diakses. Karena sebagian besar masih belum dijelajahi, menjadikannya wilayah utama untuk menemukan spesies baru.
“Sekitar 150 tahun yang lalu, ekspedisi Challenger [HMS] menjelajahi daerah ini, tetapi sejauh yang saya tahu, belum banyak penelitian yang dilakukan sejak saat itu. Bagian laut ini hampir tidak tersentuh,” kata Guadalupe Bribiesca-Contreras, ahli biologi NHM di departemen ilmu kehidupan kepada Live Science, Rabu (3/8/2022).
Lihat Juga :