CDP Private Cloud Disambut Baik Industri Besar di Indonesia
Kamis, 25 Juni 2020 - 19:29 WIB
Saat ini data hadir dalam setiap bentuk yang dapat kita bayangkan, dari data terstruktur dan tak-terstruktur dan dari berbagai transaksi serta media sosial, yang banyak pengguna paling aktifnya di dunia adalah orang-orang Indonesia. "Perusahaan-perusahaan di Indonesia harus dapat mengolah, menganalisis, dan memanfaatkan pasokan data melimpah ini untuk mempertahankan agility bisnis mereka di tengah situasi yang mudah berubah," timpal Fanly Tanto, Country Manager Cloudera Indonesia.
Dijelaskannya, Cloudera Data Platform Private Cloud diciptakan untuk mengakselerasi transformasi digital yang memanfaatkan kekuatan data melalui platform yang aman. Solusi ini bisa berjalan di Cloud container, dapat diimplementasikan dan ditingkatkan kapasitasnya dengan cepat, efisien, dan simpel," kata Fanly menggaransi.
Red Hat OpenShift dan CDP Private Cloud bersama-sama membantu menciptakan arsitektur data hybrid-cloud dan multi-cloud yang sangat penting, sehingga berbagai divisi di perusahaan dapat dengan cepat meluncurkan aplikasi-aplikasi penting dan menjalankannya dari mana saja, tanpa mengganggu platform yang sudah ada. Perusahaan-perusahaan kini bisa mengumpulkan, memperkaya, melaporkan, melayani dan membuat pemodelan data enterprise untuk jenis penggunaan bisnis apapun di setiap jenis cloud.
CDP Private Cloud memodernisasi platform data dengan memanfaatkan penyimpanan dan komputasi yang dipisahkan dengan container dan Kubernetes untuk mengakselerasi pencapaian ROI bisnis hingga 10 kali lebih cepat. Proses ini memastikan penanganan beban-beban kerja penting terpenuhi sesuai tingkat layanan yang disepakati atau Service Level Agreement (SLA) mereka dan dapat mewujudkan visi data cloud hybrid yang lebih konsisten.
CDP Private Cloud dapat meningkatkan kecepatan, skala dan nilai ekonomi cloud-native untuk siklus data yang saling terhubung. Sehingga divisi IT dapat memenuhi semua kebutuhan bisnis.
"Solusi menyediakan layanan analitik data dan machine learning dengan mudah hingga 10 kali lebih cepat dibandingkan solusi manajemen data lawas. Llayanan Cloud juga dapat merespons perubahan-perubahan dalam kebutuhan bisnis dengan lebih agile serta menghilangkan risiko shadow IT," papar Fanly.
Dia menambahkan, shadow IT maksudnya masing-masing divisi di perusahaan membangun keperluan teknologi informasinya sendiri. Sampai pada akhirnya menimbulkan masalah kompleks ke depannya.
"CDP Private Cloud juga memenuhi kebutuhan layanan analitik data dan machine learning. Ini meningkat secara eksponensial melalui arsitektur data hybrid berskala Petabyte yang dapat digunakan secara fleksibel di private cloud dan public cloud," paparnya.
Dengan demikian, lanjut dia, pencapaian ROI bisnis bisa lebih cepat. Dan dukungan terhadap workloads kerja yang lebih penting bisa diprioritaskan sesuai kebutuhan.
Solusi juga mengoptimalkan dan membagi infrastruktur komputasi di seluruh siklus hidup data -streaming, engineering, warehousing dan machine learning. Dengan begitu, meningkatkan efisiensi dan menekan biaya dengan mengurangi kebutuhan infrastruktur komputasi untuk keperluan analitik data dan replikasi data yang tidak perlu bisa dihilangkan.
"Memastikan kebijakan keamanan dan tata kelola bisa diterapkan dengan mudah dan konsisten di hybrid cloud dan multi-cloud, sehingga dapat mengurangi risiko munculnya masalah terkait kepatuhan terhadap regulator dan denda akibat masalah tersebut," tambahnya.
Dijelaskannya, Cloudera Data Platform Private Cloud diciptakan untuk mengakselerasi transformasi digital yang memanfaatkan kekuatan data melalui platform yang aman. Solusi ini bisa berjalan di Cloud container, dapat diimplementasikan dan ditingkatkan kapasitasnya dengan cepat, efisien, dan simpel," kata Fanly menggaransi.
Red Hat OpenShift dan CDP Private Cloud bersama-sama membantu menciptakan arsitektur data hybrid-cloud dan multi-cloud yang sangat penting, sehingga berbagai divisi di perusahaan dapat dengan cepat meluncurkan aplikasi-aplikasi penting dan menjalankannya dari mana saja, tanpa mengganggu platform yang sudah ada. Perusahaan-perusahaan kini bisa mengumpulkan, memperkaya, melaporkan, melayani dan membuat pemodelan data enterprise untuk jenis penggunaan bisnis apapun di setiap jenis cloud.
CDP Private Cloud memodernisasi platform data dengan memanfaatkan penyimpanan dan komputasi yang dipisahkan dengan container dan Kubernetes untuk mengakselerasi pencapaian ROI bisnis hingga 10 kali lebih cepat. Proses ini memastikan penanganan beban-beban kerja penting terpenuhi sesuai tingkat layanan yang disepakati atau Service Level Agreement (SLA) mereka dan dapat mewujudkan visi data cloud hybrid yang lebih konsisten.
CDP Private Cloud dapat meningkatkan kecepatan, skala dan nilai ekonomi cloud-native untuk siklus data yang saling terhubung. Sehingga divisi IT dapat memenuhi semua kebutuhan bisnis.
"Solusi menyediakan layanan analitik data dan machine learning dengan mudah hingga 10 kali lebih cepat dibandingkan solusi manajemen data lawas. Llayanan Cloud juga dapat merespons perubahan-perubahan dalam kebutuhan bisnis dengan lebih agile serta menghilangkan risiko shadow IT," papar Fanly.
Dia menambahkan, shadow IT maksudnya masing-masing divisi di perusahaan membangun keperluan teknologi informasinya sendiri. Sampai pada akhirnya menimbulkan masalah kompleks ke depannya.
"CDP Private Cloud juga memenuhi kebutuhan layanan analitik data dan machine learning. Ini meningkat secara eksponensial melalui arsitektur data hybrid berskala Petabyte yang dapat digunakan secara fleksibel di private cloud dan public cloud," paparnya.
Dengan demikian, lanjut dia, pencapaian ROI bisnis bisa lebih cepat. Dan dukungan terhadap workloads kerja yang lebih penting bisa diprioritaskan sesuai kebutuhan.
Solusi juga mengoptimalkan dan membagi infrastruktur komputasi di seluruh siklus hidup data -streaming, engineering, warehousing dan machine learning. Dengan begitu, meningkatkan efisiensi dan menekan biaya dengan mengurangi kebutuhan infrastruktur komputasi untuk keperluan analitik data dan replikasi data yang tidak perlu bisa dihilangkan.
"Memastikan kebijakan keamanan dan tata kelola bisa diterapkan dengan mudah dan konsisten di hybrid cloud dan multi-cloud, sehingga dapat mengurangi risiko munculnya masalah terkait kepatuhan terhadap regulator dan denda akibat masalah tersebut," tambahnya.
Lihat Juga :