Bukan Salah Nyi Roro Kidul, Inilah Penyebab Laut di Pulau Jawa Mematikan
Sabtu, 14 Mei 2022 - 10:12 WIB
Salah satu pantai di Laut Jawa yang terkenal angker. FOTO/ IST
JAKARTA - Nama Badarawuhi viral sejak film horor KKN di Desa Penari tayang di bioskop Indonesia dikaitkan dengan Nyi Roro Kidul. Begitu pula Kematian orang akibat terseret arus di pantai di pulau Jawa juga kerap dikaitkan dengan mitos Nyi Roro Kidul (Ratu Kidul).
Sosok perempuan yang dipercaya ‘menguasai’ pantai selatan. Guna menghindari bala dan menjamin keselamatan warga, sejumlah komunitas yang menyelenggarakan ritual sesembahan kepada Nyi Roro Kidul. Ritual ini disebut larung sesaji atau sedekah laut.
BACA JUGA - KKN Di Desa Penari Ditonton 3,7 Juta Orang dalam 11 Hari
Sebagian masyarakat juga percaya larangan penggunaan pakaian berwarna hijau di pantai selatan karena disukai Nyi Roro Kidul. Orang yang memakai baju ini dipercaya bakal hanyut dan tenggelam karena diculik sang ratu.
Seperti dilansir dari Conversations, secara saintifik, kasus kematian di pantai selatan sebenarnya terkait dengan fenomena rip current (arus balik atau disebut juga arus rabak). Arus ini terjadi akibat adanya pertemuan dua arus sejajar pantai yang kemudian berbalik dengan cepat ke laut.
Kasus ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, kematian akibat arus balik dapat mencapai 35 orang per tahun dengan usia antara 10-29 tahun – lebih tinggi jika dibandingkan dengan serangan hiu. Di Australia, kasusnya mencapai 26 orang per tahun. Kebanyakan orang tersebut tidak mengetahui bahwa mereka terseret arus balik.
Sosok perempuan yang dipercaya ‘menguasai’ pantai selatan. Guna menghindari bala dan menjamin keselamatan warga, sejumlah komunitas yang menyelenggarakan ritual sesembahan kepada Nyi Roro Kidul. Ritual ini disebut larung sesaji atau sedekah laut.
BACA JUGA - KKN Di Desa Penari Ditonton 3,7 Juta Orang dalam 11 Hari
Sebagian masyarakat juga percaya larangan penggunaan pakaian berwarna hijau di pantai selatan karena disukai Nyi Roro Kidul. Orang yang memakai baju ini dipercaya bakal hanyut dan tenggelam karena diculik sang ratu.
Seperti dilansir dari Conversations, secara saintifik, kasus kematian di pantai selatan sebenarnya terkait dengan fenomena rip current (arus balik atau disebut juga arus rabak). Arus ini terjadi akibat adanya pertemuan dua arus sejajar pantai yang kemudian berbalik dengan cepat ke laut.
Kasus ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, kematian akibat arus balik dapat mencapai 35 orang per tahun dengan usia antara 10-29 tahun – lebih tinggi jika dibandingkan dengan serangan hiu. Di Australia, kasusnya mencapai 26 orang per tahun. Kebanyakan orang tersebut tidak mengetahui bahwa mereka terseret arus balik.
Lihat Juga :