Ilmuwan Temukan Balkanatolia, Benua Lama yang Hilang

Sabtu, 26 Februari 2022 - 08:17 WIB
”Ini sangat tidak masuk akal,” kata Licht. ”Sulit menjelaskan mengapa fosil itu ada di sana selama periode waktu yang jauh lebih muda dari yang seharusnya,” tambahnya.

BACA JUGA: Diinvasi Rusia, Ini 8 Fakta Tentang Kota Hantu Chernobyl di Ukraina

Benua yang Hilang

Dalam penelitian yang diterbitkan di Earth-Science Review volume Maret 2022, para ilmuwan beralasan bahwa hewan-hewan itu pasti hidup di benua berbeda yang terletak di antara Eropa, Afrika, dan Asia, yang mereka juluki "Balkanatolia."

Benua itu ada setidaknya ada 50 juta tahun yang lalu sebagai kepulauan, atau kelompok pulau. Dan mungkin telah membentuk koridor antara Asia dan Eropa Barat sekitar 40 juta tahun yang lalu setelah permukaan laut turun dan mundur, menciptakan jembatan darat.

”Merujuk pada temuan fosil, hasil riset yang telah terbit sebelumnya, konsisten bahwa Balkan dan Anatolia menjadi provinsi terpisah yang sangat berbeda dari Eropa dan Asia pada saat itu,” ujar Licht.

”Bisa disebut ini adalah benua yang hilang. Dalam arti bahwa itu adalah satu daratan besar dengan hewan yang sama di atasnya,” tambahnya.

Meski demikian, saat ini benua tersebut tidak dapat dibedakan dari Eropa dan Asia. Sebab, mamalia Asia mungkin telah melintasi benua setelah muncul dari air.

Mengubah Teori

Hingga saat ini, para ilmuwan percaya bahwa mamalia Asia datang ke Eropa barat sekitar 34 juta tahun yang lalu, menyusul peristiwa kepunahan mendadak yang disebut sebagai Grande Coupure.

Tetapi lewat penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa mamalia menghuni Balkanatolia hingga 5-10 juta tahun sebelumnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!