Berburu Cuan di Momen Ramadan Lewat Twitter
Selasa, 22 Februari 2022 - 19:25 WIB
Dwi memaparkan, di akhir Ramadan topik belanja akan ramai dibicarakan saat orang-orang menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Dengan ketertarikan orang-orang di Twitter terhadap konten inspirasi belanja dan rekomendasi produk, maka brand akan lebih mudah menjangkau audies.
Percakapan tentang belanja Ramadan tahun 2021 sendiri meningkat 2,9 kali dibandingkan tahun 2020. Peningkatan sebesar 123% di hari terakhir Ramadan di 2021. Dengan pandemi Covid-19 yang lebih landai dibanding tahun lalu, pecakapan tentang belanja tahun 2022 ini diharapkan bisa lebih besar lagi.
Selain bisa lebih cuan, Ramadan juga bisa jadi momen yang pas untuk dapat membantu brand meluncurkan kampanye di Twitter yang lebih efektif. Percakapan seputar Ramadan di tahun 2022 akan dipenuhi dengan beragam konten terkait harapan dan kebahagiaan.
"Masyarakat Indonesia lebih optimis dalam menyambut Bulan Suci tahun ini, dengan 58% orang berharap kondisi akan menjadi lebih baik sebelum April 2022. Brand bisa memposting Tweet yang penuh harapan di lini masa agar kampanye bisa lebih efektif diterima audiens," ujar Dwi.
Lebih lanjut dikatakan, pada momen Ramadan 2022 ini orang-orang akan lebih tertarik dengan konten-konten motivasi seperti doa, saran, bijak, dan lain lain (61%) dan bagaimana cara mereka bisa membantu sesama (50%). Brand bisa menyajikan konten sejenis agar produk dan juga kampanye lebih berpeluang mendapat perhatian.
Percakapan tentang belanja Ramadan tahun 2021 sendiri meningkat 2,9 kali dibandingkan tahun 2020. Peningkatan sebesar 123% di hari terakhir Ramadan di 2021. Dengan pandemi Covid-19 yang lebih landai dibanding tahun lalu, pecakapan tentang belanja tahun 2022 ini diharapkan bisa lebih besar lagi.
Selain bisa lebih cuan, Ramadan juga bisa jadi momen yang pas untuk dapat membantu brand meluncurkan kampanye di Twitter yang lebih efektif. Percakapan seputar Ramadan di tahun 2022 akan dipenuhi dengan beragam konten terkait harapan dan kebahagiaan.
"Masyarakat Indonesia lebih optimis dalam menyambut Bulan Suci tahun ini, dengan 58% orang berharap kondisi akan menjadi lebih baik sebelum April 2022. Brand bisa memposting Tweet yang penuh harapan di lini masa agar kampanye bisa lebih efektif diterima audiens," ujar Dwi.
Lebih lanjut dikatakan, pada momen Ramadan 2022 ini orang-orang akan lebih tertarik dengan konten-konten motivasi seperti doa, saran, bijak, dan lain lain (61%) dan bagaimana cara mereka bisa membantu sesama (50%). Brand bisa menyajikan konten sejenis agar produk dan juga kampanye lebih berpeluang mendapat perhatian.
(wbs)
Lihat Juga :