Ilmuwan Temukan Satu Spesies Buaya Purba Ternyata Berdarah Hangat

Kamis, 03 Februari 2022 - 18:27 WIB
Kerangka metriorhynchid, nenek moyang buaya yang diketahui berdarah hangat. Foto/Daily Mail
JAKARTA - Palaeontologist dari University of Edinburgh menganalisa mineral gigi dari fosil buaya dari keluarga metriorhynchid yang punah. Dalam penelitian itu diketahui kalau salah satu leluhur buaya kuno dari keluarga metriorhynchid ini ternyata berdarah hangat.

Mark Young peneliti dari Universitas Edinburgh mengatakan, hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka dapat meningkatkan suhu tubuh mereka untuk tetap hangat ketika suhu berubah drastis, seperti cara yang dilakukan burung atau mamalia modern.



Kadar oksigen pada enamel gigi fosil yang dipengaruhi oleh suhu tubuh hewan. Ini memungkinkan peneliti mengukurnya untuk mengetahui apakah mereka berdarah dingin atau hangat.

BACA: Jawaban Kenapa Buaya Tidak Punah Bersama Dinosaurus Terungkap

Analisis menunjukkan bahwa metriorhynchid dapat meningkatkan suhu tubuh mereka di atas lingkungan mereka dengan menggunakan metabolisme mereka untuk menghasilkan panas.

"Mungkin ini telah membantu mereka berkembang selama musim dingin global sekitar 150 juta tahun yang lalu saat dinosaurus musnah," katanya seperti dikutip Daily Mail, Kamis (3/2/2022).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!