Temuan Jejak Badai Matahari Dahsyat 9.000 Tahun Lalu Membuat Ilmuwan Khawatir

Sabtu, 29 Januari 2022 - 12:02 WIB
Muscheler mengaku terkejut ketika menemukan puncak badai matahari seperti itu. Karena menunjukkan badai matahari raksasa yang sampai sekarang tidak diketahui sehubungan dengan aktivitas matahari yang rendah.

"Dilihat dari kandungan rasio isotopnya, peristiwa ini mungkin lebih besar dari badai matahari terbesar yang tercatat hingga saat ini di inti es dan cincin pohon lainnya, bertanggal tahun 774," katanya.

Badai matahari prasejarah ini jauh lebih besar dari apa pun yang telah dilihat ilmuwan sejak 1950-an. "Sangat penting untuk menganalisis apa arti peristiwa ini bagi teknologi saat ini dan bagaimana kita dapat melindungi diri kita sendiri," katanya.

BACA JUGA: YouTuber Berfikir Berkali-kali untuk Luncurkan NFT Metaverse

Badai super kuno yang baru ditemui ilmuwan itu dipicu oleh gelombang plasma panas dan magnetisme dari Matahari. Temuan ini membuat para ilmuwan khawatir tentang kemampuan untuk memprediksi kapan badai besar Matahari seperti ini akan menghantam bumi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!