Belum Terungkap Sampai Sekarang, Fenomena Badai Bola Petir Sudah Diamati 750 Tahun Lalu
Kamis, 27 Januari 2022 - 10:09 WIB
Catatan, oleh biarawan Benediktin abad ke-12 Gervase dari Biara Katedral Gereja Kristus, Canterbury, mendahului deskripsi paling awal yang diketahui tentang Bola Petir yang tercatat di Inggris selama hampir 450 tahun. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Royal Meteorological Society, Weather.
Dalam catatan yang disusun sekitar tahun 1200, Gervase menyatakan bahwa "sebuah tanda yang luar biasa turun di dekat London" pada 7 Juni 1195. Dia melanjutkan dengan menggambarkan awan yang pekat dan gelap, memancarkan zat putih yang tumbuh menjadi bentuk bulat di bawah awan, dan bola api jatuh ke arah sungai.
Para peneliti Durham membandingkan teks dalam Gervase's Chronicle dengan laporan sejarah dan modern tentang bola petir. Profesor Brian Tanner, Profesor Emeritus di Departemen Fisika, Universitas Durham, mengatakan: "Bola kilat adalah peristiwa cuaca langka yang masih belum dipahami hingga saat ini.”
Baca juga; Kronologi Satpam Tersambar Petir di Cilincing hingga Alami Luka Bakar
Namun, dari deskripsi Gervase tentang zat putih yang keluar dari awan gelap, jatuh sebagai bola api yang berputar dan kemudian memiliki beberapa gerakan horizontal sangat mirip dengan deskripsi historis dan kontemporer tentang bola petir. "Jika Gervase menggambarkan kilatan bola, seperti yang kami yakini, maka ini akan menjadi laporan paling awal tentang kejadian di Inggris yang sejauh ini telah ditemukan," ucapnya.
Dalam catatan yang disusun sekitar tahun 1200, Gervase menyatakan bahwa "sebuah tanda yang luar biasa turun di dekat London" pada 7 Juni 1195. Dia melanjutkan dengan menggambarkan awan yang pekat dan gelap, memancarkan zat putih yang tumbuh menjadi bentuk bulat di bawah awan, dan bola api jatuh ke arah sungai.
Para peneliti Durham membandingkan teks dalam Gervase's Chronicle dengan laporan sejarah dan modern tentang bola petir. Profesor Brian Tanner, Profesor Emeritus di Departemen Fisika, Universitas Durham, mengatakan: "Bola kilat adalah peristiwa cuaca langka yang masih belum dipahami hingga saat ini.”
Baca juga; Kronologi Satpam Tersambar Petir di Cilincing hingga Alami Luka Bakar
Namun, dari deskripsi Gervase tentang zat putih yang keluar dari awan gelap, jatuh sebagai bola api yang berputar dan kemudian memiliki beberapa gerakan horizontal sangat mirip dengan deskripsi historis dan kontemporer tentang bola petir. "Jika Gervase menggambarkan kilatan bola, seperti yang kami yakini, maka ini akan menjadi laporan paling awal tentang kejadian di Inggris yang sejauh ini telah ditemukan," ucapnya.
Lihat Juga :