Beda dengan Amerika, 5G di Indonesia Tidak Akan Usik Keselamatan Penerbangan Udara

Kamis, 20 Januari 2022 - 17:22 WIB
Sistem yang dikhawatirkan terganggu adalah sistem Radio Altimeter yang bekerja pada pita frekuensi 4,2-4,4 GHz. Foto: dok Kominfo
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menegaskan, penggelaran jaringan 5G di Indonesia tidak mengganggu keselamatan penerbangan udara.

Di Indonesia, layanan 5G yang digunakan saat ini beroperasi secara komersial oleh 3 operator seluler, menggunakan 2 pita frekuensi seluler eksisting. Yakni pita frekuensi 1800 MHz dan 2,3 GHz.



Ini berbeda dengan kasus yang ada di Amerika Serikat, di mana konteksnya adalah untuk jaringan 5G yang bekerja pada pita frekuensi 3,7 GHz, tepatnya pada rentang 3,7-3,98 GHz.

BACA JUGA: Data Bank Indonesia Diduga Bocor, Diretas Geng Ransomware Conti?

”Sistem yang dikhawatirkan terganggu adalah sistem Radio Altimeter yang bekerja pada pita frekuensi 4,2-4,4 GHz,” saat konferensi pers di kantor Kominfo, belum lama ini.

Sistem radio altimeter sendiri merupakan sistem keselamatan utama dan penting dalam pengoperasian pesawat udara guna menentukan ketinggian posisi pesawat udara terbang di atas tanah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!