Menurut Ericsson, 10 Tahun Lagi Peran Manusia di Pabrik Semakin Kecil

Kamis, 13 Januari 2022 - 18:53 WIB
Seri laporan Ericsson IndustryLab Future of Enterprises mengeksplorasi kemungkinan masa depan operasi perusahaan. Foto: dok Ericsson

Laporan terbaru Ericsson IndustryLab membahas secara mendalam masa depan manufaktur, mengumpulkan wawasan dari sekitar 145 juta karyawan produksi yang berasal dari 22 negara.

Hasilnya, sebagian besar perusahaan manufaktur tidak mengalami dampak terburuk dari pandemi Covid-19 global. Bahkan, 69 persen melaporkan kinerja keuangan yang tidak berubah, atau bahkan meningkat, sejak masa lockdown dimulai.

Namun, dalam menanggapi persaingan global yang ketat dan tekanan konstan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Sebanyak delapan dari 10 perusahaan manufaktur mengatakan bahwa mereka saat ini beroperasi di bawah target cost-cutting.

Untuk menghadapi lingkungan yang penuh tuntutan ini, serta memungkinkan karyawan produksi menjadi lebih pintar, lebih cepat, dan lebih aman, perusahaan manufaktur memperkenalkan alat produksi berbasis ICT.

Alat-alat tersebut termasuk: artificial intelligence (AI) software, augmented reality (AR), robot kolaboratif (co-bots), Video Recognition (VR), digital twins, serta mesin dan kendaraan yang dikendalikan dari jarak jauh.

Karyawan produksi yang lebih cerdas, lebih terlatih, dengan lingkungan kerja yang lebih aman mulai bermunculan, didukung oleh alat produksi berbasis ICT.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!